Alasan Pep Guardiola Sangat Optimis Pasti Menang

Alasan Pep Guardiola Sangat Optimis Pasti Menang

Ligabolaspanyol.com – Manager Manchester City atau Pep Guardiola akhir musim ini sangat percaya diri karena bagi Pep Guardiola pertandingan kemarin pasti sudah akan di menangkan oleh Manchester Citu. Namun taukah kalian apa alasan sehingg Pep Guardiola bisa sangat optimis dengan permainan Manchester City pasti akan menang. Berikut Ligabolaspanyol.com akan membahas ulasan lengkapnya dibawah ini.

Manajer Manchester City Pep Guardiola optimis bahwa ia dapat memenangkan gelar Liga Premier. Itu terungkap setelah Manchester City memenangkan kemenangan atas Leicester City. Satu gol tunggal dari Vincent Kompany dijamin kemenangan Manchester City di pertandingan minggu 27. Hasil ini membuat Citizens kembali ke puncak klasemen dengan keunggulan satu poin atas Liverpool.

Kemenangan itu membuat Pep Guardiola merasa yakin kalau timnya kembali akan mengamankan gelar Premier League pada musim ini.

“Satu pertandingan lagi dan saya yakin itu akan menjadi pertandingan yang sulit seperti hari ini. Brighton tampil bagus ketika melawan Arsenal,” ujar Guardiola.

“Namun, saya yakin kalau gelar juara sudah ada di genggaman kami. Manchester City sempat tertinggal tujuh poin dari Liverpool, jangan lupakan itu.”

“Kami harus menunjukkan performa layaknya tim juara pada saat menghadapi Brighton,” ungkap Guardiola.

Manchester City akan menjalani laga tandang pada laga pekan terakhir. The Citizens diprediksi bisa meraih hasil positif karena status Brighton yang merupakan klub papan bawah.

Baca juga : Manchester United Mengalami Kegagalan Liga Champion

3 Poin Menuju Gelar
Peluang Manchester City untuk meraih tiga poin pada laga pekan terakhir sangat besar. Hal itu dikarenakan status Brighton yang tidak pernah menang dalam sembilan laga terakhir yang mereka jalani.

Saat ini, Brighton menempati peringkat ke-17. Brighton dipastikan bertahan di Premier League pada musim mendatang. Hal itu dikarenakan poin mereka sudah tidak lagi bisa dikejar Cardiff City yang ada di peringkat ke-18.

Manchester City memiliki catatan positif setiap bertemu Brighton. Pada tiga pertemuan terakhir, The Citizens selalu meraih kemenangan atas Brighton.

Alasan Kenapa Ac Milan Bisa Naik Pringkat Lima

Alasan Kenapa Ac Milan Bisa Naik Pringkat Lima

Ligabolaspanyol.com – Banyak yang masi tidak percaya mengapa Ac Milan bisa naik sampai pringkat lima seperti sekarang. Namun Sekarang Ac milan membuktikan bahwa perjuangan tidak akan berbohong kepada hasil. Kali ini Ac Milan hanya selisi angka yang sangat tipis dengan peringkat empat. Akankah Ac Milan akan mengejarnya. Berikut ulasan lengkapnya dibawah ini.

Pelatih AC Milan Gennaro Gattuso senang setelah timnya memenangkan kemenangan atas Bologna. Rossoneri menang 2-1 dan memegang kesempatan untuk finis di empat besar. “Kami mendapat poin penting dalam pertandingan melawan Bologna.” Kami bisa mempertahankan harapan kami lolos ke Liga Champions, “kata Gattuso.

“Kami tidak berada dalam kondisi yang bagus. Jadi harus berusaha keras untuk meraih poin maksimal.”

“Para pemain marah kepada saya, karena saya membuat mereka tidak bertemu dengan keluarganya selama lima hari. Jadi saya mint mereka untuk meluapkan kemarahan dalam pertandingan.”

“Kami hanya ingin bermain sederhana dan mengindari kesalahan, itu saja kunci kemenangan AC Milan pada laga tadi,” ungkap Gattuso.

Kemenangan AC Milan atas Bologna membuat mereka naik ke peringkat kelima dengan selisih tiga poin dari Atalanta yang ada di posisi keempat. Rossoneri masih memiliki tiga laga sisa untuk berjuang meraih poin maksimal.

Baca juga : Real Madrid Kuburan Bagi Karier Bek Tengah

Perselisihan dengan Tiemoue Bakayoko
Kemenangan AC Milan atas Bologna diwarnai dengan pertikaian yang terjadi di bangku pemain pengganti Rossoneri. Gattuso sempat bertukar pendapat dengan Tiemoue Bakayoko.

Awalnya, Gattuso meminta Bakoyoko untuk melakukan pemanasan. Namun, pemain tersebut menyikapinya dengn lamban.

Akhirnya, Gattuso memilih untuk memasukkan Jose Mauri untuk menggantikan Lucas Biglia yang mengalami cedera. Hal itu membuat Bakayoko berang.

“Apa yang terjadi di bangku pemain pengganti kami adalah masalah internal AC Milan. Saya akan menyelesaikannya di ruang ganti klub, bukan di depan publik.”

“Kami menggunakan jersey yang terhormat, sudah sepantasnya ia menunjukkan rasa hormat.”

“Seorang pemain boleh saja mengatakan apa pun tentang saya. Namun, mereka harus memiliki rasa hormat untuk rekan setimnya dan menjaga atmosfer di ruang ganti,” ungkap Gattuso.

Arsenal Memiliki Harapan Masuk Final Liga Eropa

Arsenal Memiliki Harapan Masuk Final Liga Eropa

Ligabolaspanyol.com – Pertandingan kemarin yang membuat tim Arsenal sebagai sebuah kemenangan hal ini membuat Arsenal berpeluang untuk bertanding diFinal nanti. Berikut Ligabolaspanyol.com akan membahas ulasan lengkapnya di bawah ini.

Manajer Arsenal Unai Emery meyakinkan pendukungnya bahwa The Gunners kemungkinan akan terus tampil di Liga Champions musim depan. Itu membuat Arsenal serius memainkan permainan Liga Champions. Arsenal jelas tidak berhasil menduduki empat besar di klasemen Liga Premier. Itu dikonfirmasi setelah mereka bermain imbang dengan Brighton selama akhir pekan. Meskipun kecewa, Emery memastikan anak asuhnya masih berhasrat untuk mengantarkan Arsenal ke Liga Champions melalui jalur alternatif.

“Para pemain sudah mengerti fokus yang harus mereka utamakan. Mereka bisa mengubah rasa kecewa menjadi semangat yang positif,” ujar Emery.

“Kami akan memiliki mentalitas yang kuat. Kami akan mencoba untuk mengamankan gelar di Liga Europa.”

“Kami tak bisa menempati empat besar di Premier League. Jadi target kami sudah bergeser.”

“Kami akan berusaha keras untuk menjadi juara Liga Europa, dengan begitu kami akan tampil di Liga Champions musim mendatang,” ungkap Emery.

Arsenal unggul atas Valencia pada semifinal Liga Europa. Pada pertemuan pertama di Emirates Stadium, The Gunners menang dengan skor 3-1. Skor tersebut membuat Arsenal berpeluang besar untuk menembus babak final Liga Europa.

Baca juga : James Rodriguez Berpaspor Spanyol Tapi Tak Dipakai Real Madrid

Peluang Berjumpa Chelsea
Dua tiket Liga Champions tersisa di Premier League dipastikan jatuh ke tangan Chelsea dan Tottenham Hotspur. Hal itu membuat Arsenal mengalihkan fokus ke Liga Europa. Namun, Arsenal berpeluang bertemu Chelsea yang juga melaju ke babak semifinal. The Blues berhadapan dengan wakil Jerman, Eintracht Frankfurt.Jika Chelsea mampu menang pada laga semifinal, dan Arsenal menyingkirkan Borussia Dortmund, kedua klub asal Inggris itu berpeluang bertemu di final. Hal itu bisa menjadi keuntungan untuk Arsenal, karena mereka sudah mengetahui gaya bermain Chelsea, begitu juga sebaliknya.

Berikut Mengapa Manchester United Bisa Kalah

Berikut Mengapa Manchester United Bisa Kalah

Ligabolaspanyol.com – Banyak orang yang bertanya-tanya mengapa Manchester United bisa kalah dalam pertandingan ini. Kali ini Ligabolaspanyol.com akan membahas ulasan lengkapnya mengapa Manchester United bisa kalah dalam pertandingan kemarin.

Manchester United telah mengalami penurunan kinerja yang signifikan sejak pejabat klub menunjuk Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer secara permanen. Sejak itu, United hanya mampu memenangkan dua kemenangan dalam enam pertandingan yang mereka mainkan, sementara sisanya berakhir dengan kekalahan. Dunia merasakan sebaliknya bagi manajer Norwegia.

Dua kemenangan tersebut juga tidak diraih oleh Setan Merah secara meyakinkan, keduanya dengan skor 2-1 atas Watford dan West Ham United di Old Trafford. Mereka juga telah tersingkir dari kompetisi Liga Champions setelah dikalahkan dalam babak perempat final oleh Barcelona.

Berikut adalah alasan yang menyebabkan Manchester United mengalami penurunan performa yang signifikan sebulan belakangan, seperti diulas 90min.

Pertahanan Buruk
David de Gea memang dapat dianggap sebagai salah satu penjaga gawang terbaik di dunia berkat konsistensi yang ditunjukkannya dalam beberapa tahun terakhir, tetapi hal itu sekaligus memperlihatkan buruknya kualitas dari lini pertahanan Manchester United. Sebagai tim yang selalu memperoleh pendapatan dan keuntungan yang besar dari berbagai sektor, melihat pemain-pemain seperti Chris Smalling dan Phil Jones masih mengisi lini pertahanan tim sekelas Manchester United adalah sesuatu yang membingungkan.

Stok Gelandang Jangkar Berkelas Minim
Pemain yang diturunkan sebagai gelandang bertahan dalam sebuah tim tidak hanya memiliki tugas untuk menjadi penghubung antara lini belakang dan depan, tetapi juga untuk membantu para pemain di lini belakang menghadapi gempuran serangan dari lawan yang mereka hadapi. Saat ini Manchester United tidak memiliki pemain berkualitas tinggi untuk mengisi posisi tersebut. Nemanja Matic sudah tidak dapat bersaing dengan lawan-lawan yang memiliki kecepatan tinggi, Fred dan Scott McTominay masih harus beradaptasi, sementara Ander Herrera nampak akan meninggalkan Old Trafford pada akhir musim.

Baca juga : 3 Pemain Bergaji Besar yang Harus Dilego Cepat Barcelona

Terlalu Bergantung pada Marcus Rashford dan Anthony Martial
Memiliki pemain-pemain di lini depan yang dapat mengacaukan pertahanan lawan mereka dengan pergerakan berkecepatan tinggi merupakan aset yang berharga bagi tim manapun, tak terkecuali bagi United yang memiliki Marcus Rashford dan Anthony Martial. Tetapi kedua pemain tersebut juga memiliki batasan yang perlu ditutupi oleh rekan-rekan mereka, dan ketergantungan yang dirasakan oleh Setan Merah terhadap Rashford dan Martial saat ini justru menghambat mereka untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

Taktik Solskjaer Monoton
Penerapan taktik yang tepat adalah sebagian kunci untuk menentukan peluang bagi sebuah tim untuk meraih kemenangan dalam pertandingan yang mereka jalani. Persiapan jelang pertandingan dan reaksi saat laga itu berlangsung, menjadi dua aspek yang harus diperhatikan oleh setiap pelatih. Sejauh ini Ole Gunnar Solskjaer belum mampu menunjukkan penerapan yang maksimal dari dua aspek tersebut, dan masih perlu waktu untuk mengembangkan kemampuannya sebagai seorang pelatih.

Kontrak Permanen yang Terlalu Buru-buru
Sejak menggantikan posisi Jose Mourinho dengan kapasitas interim pada Desember 2018, Ole Gunnar Solskjaer menjalani 19 pertandingan di seluruh kompetisi dan mampu meraih 14 kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan. Hal itu membuat manajemen Manchester United memberikannya kontrak permanen dengan durasi tiga tahun, keputusan yang diambil berdasarkan suasana di dalam klub saat itu dan reaksi dari para pendukung. Tetapi saat ini keputusan tersebut terlihat diambil terlalu cepat. Ekspektasi yang tinggi yang tidak sesuai dengan kualitas skuat menyebabkan adanya penurunan performa yang langsung membuat kualitas Solskjaer diragukan.

Hal Menarik Mengapa Barcelona Bisa Kalah Dengan Liverpool

Hal Menarik Mengapa Barcelona Bisa Kalah Dengan Liverpool

Ligabolaspanyol.com – Banyak pengemar Barcelona yang bertanya-tanya mengapa Barcelona bisa kalah dalam pertandingan sewaktu di kandang Liverpool. Pada saat bermain di kandang sendiri Barcelona hasil skor 3-0 namun saat bermain di kandang Liverpool Barcelona terpuruk menjadi 4-0. Banyak pengemar yang berfikir ini adalah permainan mafia atau sebagainya. Namun kali ini ligabolaspanyol.com akan membahas ulasan lengkapnya dibawah ini.

Para pemain Barcelona menunjukkan reaksi yang harmonis: mereka membungkuk dan berjalan tanpa bisa melakukan apa pun; Ini terjadi setelah Barcelona ditangkap oleh Liverpool dengan skor 0 – 4, di Stadion Anfield, Selasa (7/5/2019) atau Rabu (8/5/2019) dini hari. Kekalahan itu berarti bahwa Barcelona tidak memasuki babak final setelah kalah agregat 3 – 4. Empat gol datang dari Divock Origi (7 ‘, 79’) dan Georginio Wijnaldum (54 ‘, 56’), sedangkan pimpinan Barcelona di babak pertama menguap.

Kegagalan Barcelona membuat seluruh Barcelonistas seperti merasakan deja vu. Maklum, pada musim lalu, Barcelona juga tersungkur dengan cara yang nyaris sama, yakni unggul selisih 3 gol pada pertemuan pertama, lalu terkapar pada perjumpaan kedua kontra AS Roma.

Tak heran jika reaksi para pemain Barcelona menunjukkan penyesalan. Gelandang Barcelona, Sergio Busquets langsung mengirim ucapan berfrasa meminta maaf atas kepulangan mereka yang membawa duka.

Berikut ini beberapa catatan buruk yang menjadi pelengkap penderitaan Barcelona di markas Liverpool:

Baca juga : Manchester United Mengalami Kegagalan Liga Champion

Fakta-Fakta Negatif
Barcelona tercatat tiga kali tersingkir dari empat laga terakhir di fase semifinal Liga Champions.

Kekalahan 0-4 dari Liverpool membuat Barcelona merasakan kekalahan terbesar dari tim asal Inggris di pentas kompetisi antarklub Eropa.

Takluk di markas Liverpool membuat Barcelona merasakan satu di antara kekalahan terbesar sepanjang sejarah klub. Sebelumnya, mereka kalah 0-4 dari AC Milan (1994), Dynamo Kiev (1997), Bayern Munchen (2013) dan PSG (2017).

Barcelona gagal memertahankan catatan manis saat melawat ke markas Liverpool. Pada dua lawatan terakhir, mereka unggul 3-1 (November 2001( dan 1-0 (Maret 20017).

Ikon Barcelona, Lionel Messi tak pernah mencetak gol lagi pada laga away di Liga Champions sejak merobek jala PSG pada April 2013.

Luis Suarez tak mencetak gol pada 18 laga away terakhir.

Barcelona menjadi tim pertama sepanjang sejarah Liga Champions yang tersingkir secara beruntun alias back to back ketika mereka mendapat benefit minimal selisih 3 gol pada leg 1.

Manchester United Mengalami Kegagalan Liga Champion

Manchester United Mengalami Kegagalan Liga Champion

Ligabolaspanyol.com – Manchester United mengalami kegagalan yang membuat para pengemar banyak yang berkomentar kalau permainan MU semakin memburuk di akhir pekan ini. Permainan Manchester United pun membuat pengemar kecewa besar. Berikut komentar fans the red dibawah ini.

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, mengakui hasil ini merupakan kinerja buruk, baik secara khusus, selama pertandingan, atau bahkan sepanjang musim ini.

“Lebih dari 90 menit, kami tidak cukup baik. Kami tidak bisa menggunakan peluang, ketika kami bisa menyelesaikan pertandingan sejak awal,” kata Solskjaer dikutip dari Sky Sports. “Kami sedang berada jauh di level saat ini (dari Liverpool dan Manchester City), tapi itulah ukuran tantangannya dan ini merupakan tantangan besar bagi kami. Saya yakin kami akan berhasil,” lanjut Solskjaer. Manchester United gagal menang dalam empat pertandingan terakhir Premier League. Perinciannya, kalah beruntun masing-masing 0-4 dan 0-2 dari Everton (21/4/2019) dan Manchester City (25/4/2019) serta ditahan Chelsea dan terbaru, Huddersfield Town, dengan skor indentik, 1-1. Kegagalan finis di posisi empat besar jelas jadi pukulan telak buat tim sebesar Manchester United. Apalagi kini mereka hanya berkiprah di Liga Europa, alih-alih Liga Champions yang lebih bergengsi. Berikut beberapa komentar menarik yang menghiasi media massa pasca kegagalan Manchester United menempati posisi empat besar di Premier League 2018-2019.

Manchester United Kini Menyedihkan
Penampilan Manchester United yang mengecewakan setelah melawan Huddersfield mendapatkan komentar pedas dari Gary Neville. Mantan pemain Manchester United tersebut menilai Manchester United seperti sekelompok orang yang putus asa. “Tidak ada yang saya sukai dari tim United ini sama sekali. Ini sangat mengerikan. Lihat mereka. Mereka adalah kelompok orang yang paling menyedihkan,” ujar Neville dikutip dari Sky Sports. “Ini bukan tim sama sekali. Alangkah baiknya klub mendapat direktur olahraga yang berpengalaman untuk membantu,” lanjut Neville.

Baca juga : Real Madrid Kuburan Bagi Karier Bek Tengah

Pembelaan Ashley Young
Berbanding terbalik dengan apa yang dilontarkan Gary Neville, Kapten Manchester United, Ashley Young, memahami kekecewaan terhadap timnya setelah diimbangi Huddersfield. Namun, ia berdalih, pemain juga tak bisa memahami apa penyebab kemerosotan mereka akhir-akhir ini. “Saya tidak terlalu yakin apa itu. Bisa jadi ada beberapa hal,” ujar Ashley Young. “Ini pukulan besar bagi klub seperti Man United (tidak finis di empat besar). Ini mengecewakan. Saya sudah mengatakan, ketika Anda berbicara tentang klub seperti Man United dan Anda berjuang untuk empat teratas, bukan itu yang ingin Anda bicarakan,” lanjut Young. “Kami harus berbicara tentang yang lebih tinggi, memenangi trofi dan gelar. Saya yakin Ole dan staf akan siap selama musim panas dan siap untuk untuk musim depan,” kata Young dikutip dari Sky Sports.

Demi Boyong Mane, Madrid Siap Lepas Varane ke Liverpool

Demi Boyong Mane, Madrid Siap Lepas Varane ke Liverpool

ligabolaspanyol.com – Demi Boyong Mane, Madrid Siap Lepas Varane ke Liverpool, Raksasa La Liga, Real Madrid dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menawarkan Raphael Varane kepada Liverpool agar mau melepas Sadio Mane pada bursa transfer musim panas mendatang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mane kabarnya menjadi salah satu target utama Madrid musim panas nanti. Penampilan impresif yang diperlihatkan pemain 26 tahun itu bersama Liverpool membuat Los Blancos kepincut

Adalah bos anyar Real Madrid, Zinedine Zidane yang mendesak klubnya untuk menggaet Mane. Zidane diketahui merupakan penggemar bomber asal Senegal itu sejak lama.

Baca juga : Nelangsa Keylor Navas, Sempat Menderita di Bawah Santiago Solari

Siap Relakan Varane
Dilansir The Guardian, demi memuluskan usaha mereka mendapatkan tanda tangan Mane, Madrid diklaim bersedia untuk merelakan Varane pergi ke Anfield.

Di sisi lain, Varane yang masih memiliki kontrak hingga 2022 mendatang disebut-sebut sudah memiliki rencana untuk hengkang dari Santiago Bernabeu pada akhir musim ini.

Varane merasa kecewa dengan apa yang diraih oleh Madrid pada musim 2018/19. Madrid gagal bersaing di La Liga dan Copa del Rey. El Real juga harus tersingkir dari ajang Liga Champions.

Dikaitkan dengan MU
Varane sendiri sebelumnya sempat diklaim ingin pindah ke klub raksasa Premier League lainnya, Manchester United. Di sisi lain, Setan Merah juga menginginkan servis pemain 25 tahun tersebut.

Manajer United, Ole Gunnar Solskjaer mempunyai impian untuk membawa pemain yang memberi gelar juara Piala Dunia 2018 pada timnas Prancis tersebut ke Old Traffrod.

Bahkan, demi memboyong Varane, United diyakini telah menyiapkan dana besar. United punya dana belanja senilai 200 juta euro. Sebagian dana tersebut akan dipakai untuk membeli Varane dari Real Madrid.

Nelangsa Keylor Navas, Sempat Menderita di Bawah Santiago Solari

Nelangsa Keylor Navas, Sempat Menderita di Bawah Santiago Solari

ligabolaspanyol.com – Nelangsa Keylor Navas, Sempat Menderita di Bawah Santiago Solari, Kiper Real Madrid, Keylor Navas membongkar situasi tim beberapa bulan terakhir saat Madrid masih dilatih oleh Santiago Solari. Dia mengaku sempat terasingkan dari skuat dan merasa tidak akan lagi mendapatkan kesempatan untuk bermain.

Musim ini Navas memang mendapatkan saingan berat ketika Madrid mendatangkan Thibaut Courtois. Dua kiper hebat dalam satu tim selalu berarti salah satu dari mereka wajib mengalah dan lebih banyak dicadangkan.

Hal inilah yang terjadi pada Navas pada masa kepelatihan Santiago Solari. Dia merupakan kiper utama Madrid yang membawa Los Blancos menjuarai Liga Champions, tapi Navas dihadiahi dengan bangku cadangan.

Kini, bersama Zinedine Zidane, Navas boleh sedikit optimistis..

Baca juga : Perasaan Vinicius dilatih Santiago Solari dengan Zinedine Zidane

Merasa Tidak Akan Bermain
Semasa dilatih Solari, Navas bahkan pernah merasa dia tidak akan pernah bermain meski berjuang maksimal di sesi latihan. Namun, sebagai profesional dia selalu berusaha memberikan yang terbaik.

“Saya pernah memiliki firasat bahwa apa pun yang saya lakukan di sesi latihan, saya tetap tidak akan bermain,” ujar Navas kepada El Partidazo di COPE.

“Namun, saya selalu bersikap profesional dan termotivasi untuk melakukan banyak hal sebaik mungkin, sebab saya merasa bangga.”

Kehadiran Zidane
Pada laga pertama Zinedine Zidane sebagai pelatih Madrid akhir pekan lalu, Navas jadi kiper utama ketika Madrid mengalahkan Celta Vigo 2-0. Dia merasa sangat emosional ketika melihat namanya di starting line-up.

“Saya memiliki kontrak dan saya ingin terus bermain di Madrid. Saya telah memberikan segalanya untuk klub ini dan saya akan terus melakukan itu selama saya di sini, tetapi saya tidak mau melewati tahun buruk seperti ini lagi.”

Soal jadi pilihan utama pada laga vs Celta: “Saya merasa sangat emosional ketika saya melihat nama saya di starting eleven,” tutupnya.

Messi Melarang Barcelona Rekrut Tagliafico

Messi Melarang Barcelona Rekrut Tagliafico

ligabolaspanyol.com – Messi Melarang Barcelona Rekrut Tagliafico, Bintang Barcelona, Lionel Messi dikabarkan melarang klubnya untuk memboyong bek Ajax Amsterdam sekaligus rekannya di Timnas Argentina, Nicolas Tagliafico.

Usai tampil impresif bersama Banfield dan Independiente di Argentina, Tagliafico digaet Ajax pada Januari 2018 lalu. Bek 26 tahun itu pun langsung menjadi andalan di skuat Ajax.

Tagliafico menunjukkan penampilan memikat ketika membawa Ajax menyingkirkan Real Madrid di babak 16 besar Liga Champions beberapa waktu lalu. Tagliafico pun kabarnya menjadi incaran beberapa klub top Eropa.

Baca juga : Demi Boyong Mane, Madrid Siap Lepas Varane ke Liverpool

Messi Lakukan Veto
Dilansir Don Balon, salah satu klub yang berminat merekrut Tagliafico adalah Barcelona. Klub Catalan itu diyakini akan berusaha menggaet sang bek kiri pada musim panas mendatang.

Namun upaya Barca mendekati Tagliafico kabarnya ditentang oleh Messi. La Pulga diklaim telah mendesak agar klubnya tak memboyong Tagliafico.

Messi disebut tak percaya bahwa Tagliafico sudah berada di level yang tepat untuk bisa tampil apik bersama Barcelona. Messi memang kerap menuntut agar Barca hanya merekrut pemain dengan level tertinggi.

Ketertarikan Real Madrid
Selain Barca, Tagliafico kabarnya juga diminati oleh Real Madrid. Klub ibu kota Spanyol itu berniat memboyong Tagliafico guna menggantikan Marcelo yang kemungkinan besar bakal pergi.

Ketertarikan Madrid terhadap Tagliafico pun dibenarkan oleh sang agen, Ricardo Schlieper. Meski demikian, Schlieper menolak menyebutkan nama tim yang berminat menggaet kliennya.

“Tim manakah mereka? Yang bisa saya katakan adalah di antara mereka, ada tim raksasa Spanyol. Bisa dikatakan, saya rasa inilah waktu yang tepat bagi Tagliafico untuk naik level,” tandasnya.

Perasaan Vinicius dilatih Santiago Solari dengan Zinedine Zidane

Perasaan Vinicius dilatih Santiago Solari dengan Zinedine Zidane

ligabolaspanyol.com – Perasaan Vinicius dilatih Santiago Solari dengan Zinedine Zidane, Penyerang muda Real Madrid, Vinicius Junior menjalani musim pertama yang cukup impresif bersama Los Blancos. Belum semusim, dia sudah mengalami berlatih di bawah tiga pelatih berbeda: Julen Lopetegui, Santiago Solari, serta Zinedine Zidane.

Sebagai pemain muda, pengalaman tersebut tentu cukup sulit diterima. Vinicius masih perlu waktu beradaptasi dan menemukan perannya di skuat Madrid. Dia merasa sejauh ini semuanya berjalan baik.

Semasa dilatih Santiago Solari, Vinicius terbilang menghidupi mimpinya. Meski didaftarkan sebagai bagian dari tim Castilla, dia beberapa kali mendapatkan kesempatan bermain bersama tim inti.

Kini, di era Zidane, Vinicius mungkin harus berjuang lagi mendapatkan kepercayaan pelatih, terlebih karena saat ini dia sedang cedera

Baca juga : Barcelona Ingin Mendatangkan De Ligt

Kepercayaan Solari
Vinicius mengaku sangat berterima kasih pada Santiago Solari. Dia bisa mendapatkan menit bermain bersama Solari, juga mendapatkan banyak pengalaman berharga untuk mengembangkan kemampuannya.

“Solari memberi saya kesempatan untuk bermain, untuk melakukan pekerjaan saya, dan saya lebih menyukai dia,” ungkap Vinicius kepada Cadena SER.

“Dia berkata pada saya bahwa jika saya bermain baik di Castilla, saya akan bermain di tim utama.”

“Lalu, ketika saya tiba di tim utama, dia memberi saya kesempatan yang dia janjikan,” sambungnya.

Zidane
Sekarang, Vinicius mengaku Zidane adalah pelatih yang sangat berbeda dari Solari. Setiap kali Zidane berbicara, pemain Madrid mendengarkannya sungguh-sungguh dan mereka ingin memberikan kemampuan terbaik untuk legenda Madrid itu.

“Saya sudah melihat video-video Zidane sebagai pemain dan dia luar biasa.”

“Casemiro berkata pada saya bahwa ketika Zidane berbicara, dia merasa sedikit grogi,” lanjut Vini.

“Cara bicara Zidane cukup berbeda jika dibandingkan dengan Solari. Dia adalah legenda, dia memenangkan segalanya dan dia spesial.”