Tanggapan Gary Neville Tentang MU Inginkan Harry Maguire

Tanggapan Gary Neville Tentang MU Inginkan Harry Maguire

Ligabolaspanyol.com – Ketertarikan Manchester United dalam membela Leicester City dan tim nasional Inggris, Harry Maguire, dikabarkan hidup kembali. Gary Neville, legenda klub, telah menyatakan persetujuannya atas rencana tersebut.

Maguire sudah dikaitkan dengan Manchester United sejak awal musim panas 2018 lalu. Tentu saja, performanya bersama Timnas Inggris di ajang Piala Dunia 2018 lalu adalah salah satu bahan pertimbangannya.

Dikabarkan bahwa Maguire merupakan pesanan langsung dari pelatih sebelumnya, Jose Mourinho. Pria asal Portugal itu telah berulang kali menyampaikan keluhannya terhadap kualitas penggawa di sektor pertahanan The Red Devils.

Maguire, bersama bek Tottenham Toby Anderweireld, semakin gencar dikaitkan dengan MU jelang penutupan bursa transfer musim panas. Tetapi, hingga jendela transfer resmi ditutup, tidak ada kesepakatan yang terjalin antara kedua belah pihak.

Kembali Kejar Maguire
Pada bulan Desember lalu, Mourinho resmi dipecat. Manchester United lalu menunjuk Ole Gunnar Solskjaer sebagai pelatih berikutnya. Hasilnya pun terbilang cukup apik dengan serangkaian kemenangan dan bahkan sempat bertengger di empat besar Premier League.

Namun jelang berakhirnya kompetisi, performa MU menurun drastis. Duet Victor Lindelof dan Chris Smalling/Phil Jones kembali menjadi sorotan publik. Dan diyakini sektor pertahanan akan menjadi fokus pembenahan MU di musim depan.

Itulah mengapa kabar soal kedekatan Manchester United dengan Harry Maguire kembali mencuat. Tetapi, pemain berumur 26 tahun itu akan sulit didapatkan, sebab Leicester City dikabarkan sudah memagarinya dengan harga 90 juta euro.

Baca juga : Real Madrid Di Ditolak Fabian Ruiz

Tanggapan Gary Neville
Harga tersebut dianggap mahal untuk seorang pemain yang hanya membela klub papan tengah Premier League. Tapi Gary Neville punya pandangan yang berbeda. Menurutnya, kualitas Maguire memang pantas untuk diganjar uang sejumlah itu.

“Jika anda memikirkan soal atribut seorang bek tengah, dia memiliki itu secara berlimpah,” tutur Neville, yang hanya membela MU dalam karirnya sebagai pemain, seperti yang dikutip dari The Mirror.

“Fans Leicester takkan berterima kasih kepada saya karena ini, tapi mereka akan terus berada di bawah tekanan untuk menahannya pada musim panas ini,” lanjutnya.

Neville juga membandingkannya dengan bek Manchester City, John Stones. “Sebuah pernyataan besar, mungkin, karena Stones terlihat sangat tenang, bermain sebagai bek ball-playing, tapi saya pikir Maguire sama baiknya saat menguasai bola,” tandasnya.

Berikut Mengapa Manchester United Bisa Kalah

Berikut Mengapa Manchester United Bisa Kalah

Ligabolaspanyol.com – Banyak orang yang bertanya-tanya mengapa Manchester United bisa kalah dalam pertandingan ini. Kali ini Ligabolaspanyol.com akan membahas ulasan lengkapnya mengapa Manchester United bisa kalah dalam pertandingan kemarin.

Manchester United telah mengalami penurunan kinerja yang signifikan sejak pejabat klub menunjuk Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer secara permanen. Sejak itu, United hanya mampu memenangkan dua kemenangan dalam enam pertandingan yang mereka mainkan, sementara sisanya berakhir dengan kekalahan. Dunia merasakan sebaliknya bagi manajer Norwegia.

Dua kemenangan tersebut juga tidak diraih oleh Setan Merah secara meyakinkan, keduanya dengan skor 2-1 atas Watford dan West Ham United di Old Trafford. Mereka juga telah tersingkir dari kompetisi Liga Champions setelah dikalahkan dalam babak perempat final oleh Barcelona.

Berikut adalah alasan yang menyebabkan Manchester United mengalami penurunan performa yang signifikan sebulan belakangan, seperti diulas 90min.

Pertahanan Buruk
David de Gea memang dapat dianggap sebagai salah satu penjaga gawang terbaik di dunia berkat konsistensi yang ditunjukkannya dalam beberapa tahun terakhir, tetapi hal itu sekaligus memperlihatkan buruknya kualitas dari lini pertahanan Manchester United. Sebagai tim yang selalu memperoleh pendapatan dan keuntungan yang besar dari berbagai sektor, melihat pemain-pemain seperti Chris Smalling dan Phil Jones masih mengisi lini pertahanan tim sekelas Manchester United adalah sesuatu yang membingungkan.

Stok Gelandang Jangkar Berkelas Minim
Pemain yang diturunkan sebagai gelandang bertahan dalam sebuah tim tidak hanya memiliki tugas untuk menjadi penghubung antara lini belakang dan depan, tetapi juga untuk membantu para pemain di lini belakang menghadapi gempuran serangan dari lawan yang mereka hadapi. Saat ini Manchester United tidak memiliki pemain berkualitas tinggi untuk mengisi posisi tersebut. Nemanja Matic sudah tidak dapat bersaing dengan lawan-lawan yang memiliki kecepatan tinggi, Fred dan Scott McTominay masih harus beradaptasi, sementara Ander Herrera nampak akan meninggalkan Old Trafford pada akhir musim.

Baca juga : 3 Pemain Bergaji Besar yang Harus Dilego Cepat Barcelona

Terlalu Bergantung pada Marcus Rashford dan Anthony Martial
Memiliki pemain-pemain di lini depan yang dapat mengacaukan pertahanan lawan mereka dengan pergerakan berkecepatan tinggi merupakan aset yang berharga bagi tim manapun, tak terkecuali bagi United yang memiliki Marcus Rashford dan Anthony Martial. Tetapi kedua pemain tersebut juga memiliki batasan yang perlu ditutupi oleh rekan-rekan mereka, dan ketergantungan yang dirasakan oleh Setan Merah terhadap Rashford dan Martial saat ini justru menghambat mereka untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

Taktik Solskjaer Monoton
Penerapan taktik yang tepat adalah sebagian kunci untuk menentukan peluang bagi sebuah tim untuk meraih kemenangan dalam pertandingan yang mereka jalani. Persiapan jelang pertandingan dan reaksi saat laga itu berlangsung, menjadi dua aspek yang harus diperhatikan oleh setiap pelatih. Sejauh ini Ole Gunnar Solskjaer belum mampu menunjukkan penerapan yang maksimal dari dua aspek tersebut, dan masih perlu waktu untuk mengembangkan kemampuannya sebagai seorang pelatih.

Kontrak Permanen yang Terlalu Buru-buru
Sejak menggantikan posisi Jose Mourinho dengan kapasitas interim pada Desember 2018, Ole Gunnar Solskjaer menjalani 19 pertandingan di seluruh kompetisi dan mampu meraih 14 kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan. Hal itu membuat manajemen Manchester United memberikannya kontrak permanen dengan durasi tiga tahun, keputusan yang diambil berdasarkan suasana di dalam klub saat itu dan reaksi dari para pendukung. Tetapi saat ini keputusan tersebut terlihat diambil terlalu cepat. Ekspektasi yang tinggi yang tidak sesuai dengan kualitas skuat menyebabkan adanya penurunan performa yang langsung membuat kualitas Solskjaer diragukan.

Manchester United Mengalami Kegagalan Liga Champion

Manchester United Mengalami Kegagalan Liga Champion

Ligabolaspanyol.com – Manchester United mengalami kegagalan yang membuat para pengemar banyak yang berkomentar kalau permainan MU semakin memburuk di akhir pekan ini. Permainan Manchester United pun membuat pengemar kecewa besar. Berikut komentar fans the red dibawah ini.

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, mengakui hasil ini merupakan kinerja buruk, baik secara khusus, selama pertandingan, atau bahkan sepanjang musim ini.

“Lebih dari 90 menit, kami tidak cukup baik. Kami tidak bisa menggunakan peluang, ketika kami bisa menyelesaikan pertandingan sejak awal,” kata Solskjaer dikutip dari Sky Sports. “Kami sedang berada jauh di level saat ini (dari Liverpool dan Manchester City), tapi itulah ukuran tantangannya dan ini merupakan tantangan besar bagi kami. Saya yakin kami akan berhasil,” lanjut Solskjaer. Manchester United gagal menang dalam empat pertandingan terakhir Premier League. Perinciannya, kalah beruntun masing-masing 0-4 dan 0-2 dari Everton (21/4/2019) dan Manchester City (25/4/2019) serta ditahan Chelsea dan terbaru, Huddersfield Town, dengan skor indentik, 1-1. Kegagalan finis di posisi empat besar jelas jadi pukulan telak buat tim sebesar Manchester United. Apalagi kini mereka hanya berkiprah di Liga Europa, alih-alih Liga Champions yang lebih bergengsi. Berikut beberapa komentar menarik yang menghiasi media massa pasca kegagalan Manchester United menempati posisi empat besar di Premier League 2018-2019.

Manchester United Kini Menyedihkan
Penampilan Manchester United yang mengecewakan setelah melawan Huddersfield mendapatkan komentar pedas dari Gary Neville. Mantan pemain Manchester United tersebut menilai Manchester United seperti sekelompok orang yang putus asa. “Tidak ada yang saya sukai dari tim United ini sama sekali. Ini sangat mengerikan. Lihat mereka. Mereka adalah kelompok orang yang paling menyedihkan,” ujar Neville dikutip dari Sky Sports. “Ini bukan tim sama sekali. Alangkah baiknya klub mendapat direktur olahraga yang berpengalaman untuk membantu,” lanjut Neville.

Baca juga : Real Madrid Kuburan Bagi Karier Bek Tengah

Pembelaan Ashley Young
Berbanding terbalik dengan apa yang dilontarkan Gary Neville, Kapten Manchester United, Ashley Young, memahami kekecewaan terhadap timnya setelah diimbangi Huddersfield. Namun, ia berdalih, pemain juga tak bisa memahami apa penyebab kemerosotan mereka akhir-akhir ini. “Saya tidak terlalu yakin apa itu. Bisa jadi ada beberapa hal,” ujar Ashley Young. “Ini pukulan besar bagi klub seperti Man United (tidak finis di empat besar). Ini mengecewakan. Saya sudah mengatakan, ketika Anda berbicara tentang klub seperti Man United dan Anda berjuang untuk empat teratas, bukan itu yang ingin Anda bicarakan,” lanjut Young. “Kami harus berbicara tentang yang lebih tinggi, memenangi trofi dan gelar. Saya yakin Ole dan staf akan siap selama musim panas dan siap untuk untuk musim depan,” kata Young dikutip dari Sky Sports.