Demi Boyong Mane, Madrid Siap Lepas Varane ke Liverpool

Demi Boyong Mane, Madrid Siap Lepas Varane ke Liverpool

ligabolaspanyol.com – Demi Boyong Mane, Madrid Siap Lepas Varane ke Liverpool, Raksasa La Liga, Real Madrid dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menawarkan Raphael Varane kepada Liverpool agar mau melepas Sadio Mane pada bursa transfer musim panas mendatang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mane kabarnya menjadi salah satu target utama Madrid musim panas nanti. Penampilan impresif yang diperlihatkan pemain 26 tahun itu bersama Liverpool membuat Los Blancos kepincut

Adalah bos anyar Real Madrid, Zinedine Zidane yang mendesak klubnya untuk menggaet Mane. Zidane diketahui merupakan penggemar bomber asal Senegal itu sejak lama.

Baca juga : Nelangsa Keylor Navas, Sempat Menderita di Bawah Santiago Solari

Siap Relakan Varane
Dilansir The Guardian, demi memuluskan usaha mereka mendapatkan tanda tangan Mane, Madrid diklaim bersedia untuk merelakan Varane pergi ke Anfield.

Di sisi lain, Varane yang masih memiliki kontrak hingga 2022 mendatang disebut-sebut sudah memiliki rencana untuk hengkang dari Santiago Bernabeu pada akhir musim ini.

Varane merasa kecewa dengan apa yang diraih oleh Madrid pada musim 2018/19. Madrid gagal bersaing di La Liga dan Copa del Rey. El Real juga harus tersingkir dari ajang Liga Champions.

Dikaitkan dengan MU
Varane sendiri sebelumnya sempat diklaim ingin pindah ke klub raksasa Premier League lainnya, Manchester United. Di sisi lain, Setan Merah juga menginginkan servis pemain 25 tahun tersebut.

Manajer United, Ole Gunnar Solskjaer mempunyai impian untuk membawa pemain yang memberi gelar juara Piala Dunia 2018 pada timnas Prancis tersebut ke Old Traffrod.

Bahkan, demi memboyong Varane, United diyakini telah menyiapkan dana besar. United punya dana belanja senilai 200 juta euro. Sebagian dana tersebut akan dipakai untuk membeli Varane dari Real Madrid.

Nelangsa Keylor Navas, Sempat Menderita di Bawah Santiago Solari

Nelangsa Keylor Navas, Sempat Menderita di Bawah Santiago Solari

ligabolaspanyol.com – Nelangsa Keylor Navas, Sempat Menderita di Bawah Santiago Solari, Kiper Real Madrid, Keylor Navas membongkar situasi tim beberapa bulan terakhir saat Madrid masih dilatih oleh Santiago Solari. Dia mengaku sempat terasingkan dari skuat dan merasa tidak akan lagi mendapatkan kesempatan untuk bermain.

Musim ini Navas memang mendapatkan saingan berat ketika Madrid mendatangkan Thibaut Courtois. Dua kiper hebat dalam satu tim selalu berarti salah satu dari mereka wajib mengalah dan lebih banyak dicadangkan.

Hal inilah yang terjadi pada Navas pada masa kepelatihan Santiago Solari. Dia merupakan kiper utama Madrid yang membawa Los Blancos menjuarai Liga Champions, tapi Navas dihadiahi dengan bangku cadangan.

Kini, bersama Zinedine Zidane, Navas boleh sedikit optimistis..

Baca juga : Perasaan Vinicius dilatih Santiago Solari dengan Zinedine Zidane

Merasa Tidak Akan Bermain
Semasa dilatih Solari, Navas bahkan pernah merasa dia tidak akan pernah bermain meski berjuang maksimal di sesi latihan. Namun, sebagai profesional dia selalu berusaha memberikan yang terbaik.

“Saya pernah memiliki firasat bahwa apa pun yang saya lakukan di sesi latihan, saya tetap tidak akan bermain,” ujar Navas kepada El Partidazo di COPE.

“Namun, saya selalu bersikap profesional dan termotivasi untuk melakukan banyak hal sebaik mungkin, sebab saya merasa bangga.”

Kehadiran Zidane
Pada laga pertama Zinedine Zidane sebagai pelatih Madrid akhir pekan lalu, Navas jadi kiper utama ketika Madrid mengalahkan Celta Vigo 2-0. Dia merasa sangat emosional ketika melihat namanya di starting line-up.

“Saya memiliki kontrak dan saya ingin terus bermain di Madrid. Saya telah memberikan segalanya untuk klub ini dan saya akan terus melakukan itu selama saya di sini, tetapi saya tidak mau melewati tahun buruk seperti ini lagi.”

Soal jadi pilihan utama pada laga vs Celta: “Saya merasa sangat emosional ketika saya melihat nama saya di starting eleven,” tutupnya.

Messi Melarang Barcelona Rekrut Tagliafico

Messi Melarang Barcelona Rekrut Tagliafico

ligabolaspanyol.com – Messi Melarang Barcelona Rekrut Tagliafico, Bintang Barcelona, Lionel Messi dikabarkan melarang klubnya untuk memboyong bek Ajax Amsterdam sekaligus rekannya di Timnas Argentina, Nicolas Tagliafico.

Usai tampil impresif bersama Banfield dan Independiente di Argentina, Tagliafico digaet Ajax pada Januari 2018 lalu. Bek 26 tahun itu pun langsung menjadi andalan di skuat Ajax.

Tagliafico menunjukkan penampilan memikat ketika membawa Ajax menyingkirkan Real Madrid di babak 16 besar Liga Champions beberapa waktu lalu. Tagliafico pun kabarnya menjadi incaran beberapa klub top Eropa.

Baca juga : Demi Boyong Mane, Madrid Siap Lepas Varane ke Liverpool

Messi Lakukan Veto
Dilansir Don Balon, salah satu klub yang berminat merekrut Tagliafico adalah Barcelona. Klub Catalan itu diyakini akan berusaha menggaet sang bek kiri pada musim panas mendatang.

Namun upaya Barca mendekati Tagliafico kabarnya ditentang oleh Messi. La Pulga diklaim telah mendesak agar klubnya tak memboyong Tagliafico.

Messi disebut tak percaya bahwa Tagliafico sudah berada di level yang tepat untuk bisa tampil apik bersama Barcelona. Messi memang kerap menuntut agar Barca hanya merekrut pemain dengan level tertinggi.

Ketertarikan Real Madrid
Selain Barca, Tagliafico kabarnya juga diminati oleh Real Madrid. Klub ibu kota Spanyol itu berniat memboyong Tagliafico guna menggantikan Marcelo yang kemungkinan besar bakal pergi.

Ketertarikan Madrid terhadap Tagliafico pun dibenarkan oleh sang agen, Ricardo Schlieper. Meski demikian, Schlieper menolak menyebutkan nama tim yang berminat menggaet kliennya.

“Tim manakah mereka? Yang bisa saya katakan adalah di antara mereka, ada tim raksasa Spanyol. Bisa dikatakan, saya rasa inilah waktu yang tepat bagi Tagliafico untuk naik level,” tandasnya.

Perasaan Vinicius dilatih Santiago Solari dengan Zinedine Zidane

Perasaan Vinicius dilatih Santiago Solari dengan Zinedine Zidane

ligabolaspanyol.com – Perasaan Vinicius dilatih Santiago Solari dengan Zinedine Zidane, Penyerang muda Real Madrid, Vinicius Junior menjalani musim pertama yang cukup impresif bersama Los Blancos. Belum semusim, dia sudah mengalami berlatih di bawah tiga pelatih berbeda: Julen Lopetegui, Santiago Solari, serta Zinedine Zidane.

Sebagai pemain muda, pengalaman tersebut tentu cukup sulit diterima. Vinicius masih perlu waktu beradaptasi dan menemukan perannya di skuat Madrid. Dia merasa sejauh ini semuanya berjalan baik.

Semasa dilatih Santiago Solari, Vinicius terbilang menghidupi mimpinya. Meski didaftarkan sebagai bagian dari tim Castilla, dia beberapa kali mendapatkan kesempatan bermain bersama tim inti.

Kini, di era Zidane, Vinicius mungkin harus berjuang lagi mendapatkan kepercayaan pelatih, terlebih karena saat ini dia sedang cedera

Baca juga : Barcelona Ingin Mendatangkan De Ligt

Kepercayaan Solari
Vinicius mengaku sangat berterima kasih pada Santiago Solari. Dia bisa mendapatkan menit bermain bersama Solari, juga mendapatkan banyak pengalaman berharga untuk mengembangkan kemampuannya.

“Solari memberi saya kesempatan untuk bermain, untuk melakukan pekerjaan saya, dan saya lebih menyukai dia,” ungkap Vinicius kepada Cadena SER.

“Dia berkata pada saya bahwa jika saya bermain baik di Castilla, saya akan bermain di tim utama.”

“Lalu, ketika saya tiba di tim utama, dia memberi saya kesempatan yang dia janjikan,” sambungnya.

Zidane
Sekarang, Vinicius mengaku Zidane adalah pelatih yang sangat berbeda dari Solari. Setiap kali Zidane berbicara, pemain Madrid mendengarkannya sungguh-sungguh dan mereka ingin memberikan kemampuan terbaik untuk legenda Madrid itu.

“Saya sudah melihat video-video Zidane sebagai pemain dan dia luar biasa.”

“Casemiro berkata pada saya bahwa ketika Zidane berbicara, dia merasa sedikit grogi,” lanjut Vini.

“Cara bicara Zidane cukup berbeda jika dibandingkan dengan Solari. Dia adalah legenda, dia memenangkan segalanya dan dia spesial.”

Barcelona Ingin Mendatangkan De Ligt

Barcelona Ingin Mendatangkan De Ligt

ligabolaspanyol.com – Barcelona Ingin Mendatangkan De Ligt, Barcelona disebut berada dalam urutan paling depan untuk mendatangkan bek muda Ajax Amsterdam, Matthijs de Ligt. Blaugrana ingin memperkuat pertahanan mereka dan melihat De Ligt sebagai calon menjanjikan.

Sebagai klub besar, Barca tentu terus berusaha mengembangkan potensi skuatnya di setiap musim. Juara La Liga ini sudah dipastikan mendapatkan pemain muda Ajax lainnya, Frenkie de Jong.

Pun demikian, masalah Barca di lini pertahanan tampaknya masih belum terpecahkan. Mereka memang sudah membeli sejumlah bek seperti Samuel Umtiti, Clement Lenglet, juga Jeison Murillo sebagai opsi bek tengah, tapi itu semua masih belum cukup.

Raksasa Catalan ini dikabarkan penasaran dengan kemampuan De Ligt.

Baca juga : Messi Melarang Barcelona Rekrut Tagliafico

Umtiti Doyan Cedera
Mengutip ESPN FC, Barca mengejar De Ligt lantaran kondisi Samuel Umtiti yang doyan cedera. Presiden Barca, Josep Maria Bartomeu meyakini inilah saat yang tepat untuk memulai transisi posisi bek.

Langkah ini merupakan langkah preventif sebelum performa Gerard Pique menurun lantaran dimakan usia. Pique memang masih hebat, tetapi Barca perlu regenerasi skuat.

Musim ini duet Pique-Umtiti nyaris tak terkalahkan. Namun, Barca masih punya masalah serius ketika mereka tampil di bawah standarnya. Umtiti doyan cedera, Pique mulai uzur, sedangkan Lenglet masih belum beradaptasi.

Pesona De Ligt
Keputusan Barca mengejar De ligt juga tidak bisa diremehkan. Meski masih muda, De Ligt sudah dipercaya sebagai kapten ajax. Dia merupakan pemain termuda yang pernah menjabat sebagai kapten tim.

De Ligt sudah lama diperhatikan tim-tim top Eropa sejak beberapa tahun lalu. Dia nyaris sempurna sebagai bek tengah. Dia tenang, dewasa, juga mampu mendongkrak mentalitas tim sebagai pemimpin.

Performanya di Ajax musim ini juga semakin impresif, yang membuatnya diincar klub-klub besar seperti Juventus, PSG, juga Bayern Munchen. Sebab itu, Barca ingin segera mengamankan jasa De Ligt sebelum dia termakan rayuan klub lain

Penyesalan Gery Neville Kepada tim Valencia

Penyesalan Gery Neville Kepada tim Valencia

ligabolaspanyol.com – Beberapa waktu yang lalu pelatih menyalip kegagalan, dan penyesalan Gery Neville kepada tim Valencia menutup peluang untuk kembali bergerak.

Neville menangani Valencia pada akhir Desember 2015. Namun ia dipecat empat bulan kemudian karena hanya menang tiga kali dari 16 laga La Liga.

Eks bek kanan Manchester United itu akhirnya memilih kembali ke Inggris dan menjadi komentator. Ia juga sempat menjadi asisten pelatih di timnas Inggris.

Baca Juga :

“Melatih Valencia tak pernah saya rencanakan. Tiba-tiba Lim yang juga rekan bisnis saya menelepon dan meminta menjadi manajer hingga akhir musim dan saya menyetujuinya,” kata Neville seperti dilansir Mirror.

“Dan saya pikir melatih Valencia adalah kesalahan besar. Padahal saya tahu tidak bisa berkomunikasi dengan pemain dan juga keadaan Valencia sedang sulit,” katanya menambahkan.

Ya, kendala bahasa menjadi masalah besar saat Neville di Valencia. Apalagi ia kesana tanpa staf yang bisa berbahasa Spanyol.

“Tidak membawa asisten yang bisa bahasa Inggris dan Spanyol sangat naif. Itu kesalahan besar karena saya tak bisa berkomunikasi dengan siapapun,” ujar Neville.

“Mungkin saat itu lebih baik saya menjadi komentator. Bahkan kalau perlu saya tidak usah mengambil lisensi kepelatihan,” ujarnya.

Persaingan Ketat Eibar La Liga

Persaingan Ketat Eibar La Liga

ligabolaspanyol.com – Eibar adalah klub bungsu di Liga Spanyol, bahkan dari seluruh klub yang ada di liga utama sepak bola. Meskipun begitu sejak menembus persaingan ketat Eibar La Liga musim 2014/2015, Eibar mampu mempertahankan statusnya sebagai klup top tier Spanyol.

Eibar adalah klub yang memiliki anggaran €40 juta per musim. Artinya setiap sen yang dikeluarkan untuk mendatangkan pemain sangat berharga dan harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

Tidak ada pemilik tunggal klub ini, melainkan 11.160 pemegang saham. Tidak boleh ada pihak yang memegang lebih dari 5 persen jumlah saham. Segala bentuk operasional klub sudah direncanakan, mulai dari pertandingan pramusim hingga investasi kota olahraga di masa datang.

“Rumah kecil ini benar-benar nyaman,” sambung Garagarza, “ada harmoni yang sangat spesial di antara orang-orangnya. Anda tidak mau mengecewakan masyarakat. Bayangkan kalau Eibar terdegradasi dan meninggalkan defisit sebesar €50 juta kepada mereka.”

Baca Juga :

“Kami tidak boleh membiarkan hal itu terjadi. Mungkin itu yang menjadi awal rahasia kerja keras kami.”

Garagarza menambahkan, dia akan merasa berdosa jika mengeluarkan €5 juta untuk sebuah transfer yang gagal. Sekali pun memiliki dana sebesar €100 juta, sang direktur olahraga enggan menghabiskannya untuk berbelanja pemain bintang. Dia lebih suka memanfaatkannya untuk memperkuat proyek klub.

“Hal pertama yang saya lakukan adalah menambah anggaran operasional [€41,26 juta]. Kemudian saya ingin membangun aspek sepakbola klub, seperti fasilitas pemain muda berupa fasilitas psikologi, medis, hingga gizi,” jawabnya.

“Saya pikir saya akan memanfaatkan dana itu untuk mengembangkan proyek kami, ‘Construyendo Valores’ [Membangun Nilai].”

Proyek itu bertujuan menanamkan enam nilai klub kepada para pemain muda Eibar, yaitu disiplin, respek, komitmen, rendah hati, dan solidaritas. Setiap bulan pemain muda dinilai berdasarkan enam aspek ini. Pemain terbaik berdasarkan perhitungan pelatih akan diumumkan setiap akhir musim. Setiap pemain muda yang tidak memiliki tindak-tanduk sesuai nilai-nilai tersebut dipersilakan meninggalkan akademi klub.

Selain itu, Garagarza juga ingin memiliki fasilitas latihan canggih seperti Footbonaut yang dimiliki Borussia Dortmund.

“Baru-baru ini saya bertemu dengan direktur olahraga Dortmund. Bagi saya mereka menjadi acuan. Mereka memiliki mesin [Footbonaut] berbiaya €3 juta yang saya idamkan. Mesin itu bisa melatih kemampuan pemain karena bekerja menggunakan cahaya dan suara,” ungkapnya.

Dengan anggaran yang terbatas, Eibar juga harus berjuang lebih keras dalam menyusun skuat yang kompetitif. Salah satu caranya adalah sistem pemantauan bakat yang dijalankan oleh tujuh scout purnawaktu dan dua scout paruh waktu yang bekerja saat akhir pekan. Setiap orang bertugas di wilayah yang berbeda-beda.

Mereka dibekali perangkat penilaian yang disesuaikan kebutuhan tim. Setiap pemain harus memiliki kemampuan yang sesuai dengan gaya bermain tim yang meliputi aspek tempo tinggi, transisi, bermain di area lawan, umpan silang, tembakan, tekanan tinggi, serta aksi sekunder.

Para scout membangun sistem dengan kode bahasa yang sama. Mereka juga menetapkan pemain di posisi tertentu harus lah memiliki kemampuan yang spesifik. Misalnya, yang mereka cari di posisi bek kanan adalah pemain dengan kemampuan “vertikal”, “bertenaga”, serta “berteknik”.

Setiap aspek tersebut akan dinilai dari pemain incaran. Scout akan memberikan kode warna hitam untuk pemain yang direkomendasikan untuk dibeli. Jika si pemain mendapatkan lima warna hitam dari scout yang berbeda-beda, baru lah mereka mengusulkannya ke pelatih.

Namun, sebelum mewujudkan transfer, Eibar melakukan satu langkah penting, yaitu mengatur pertemuan pribadi dengan sang pemain dan pasangannya supaya si pasangan memahami cara klub beroperasi serta tawaran klub kepada mereka.

Agar pemain baru mudah beradaptasi, klub menggelar acara jamuan dua kali setahun yang mengajak serta pasangan pemain. Begitu juga pertemuan khusus dengan pasangan jika sang pemain mengalami cedera berjangka panjang.

Salah satu transfer sukses Garagarza adalah pemain Jepang, Takashi Inui, yang sayangnya pindah ke Real Betis usai Piala Dunia lalu dengan status bebas kontrak.

“Kami sudah mengupayakan segalanya agar Inui tetap bertahan. Kami bahkan sudah mendapatkan oke darinya dan tinggal membutuhkan tanda tangan di kontrak baru,” kisah Garagarza.

“Simone Verdi juga meninggalkan kesan. Kami menilainya sebagai pemain yang penuh bakat, dalam usia yang bagus, dan kami berupaya mempertahankannya. Kami punya opsi pembelian permanen dari AC Milan sebesar €1 juta. Tapi si pemain bilang dia tidak mau berada di bangku cadangan lagi dan Milan punya rencana lain untuknya.”

“Salah satu kisah sukses transfer adalah saat mendatangkan Florian Lejeune dari Manchester City. Kami bergerak cepat merekrutnya dan setahun berselang kami menjualnya ke Newcastle United sebesar €10 juta.”

Dengan status sebagai klub kecil yang harus memiliki kiat khusus dalam mempertahankan posisi di tengah-tengah persaingan seperti La Liga, rencana klub-klub elite Eropa membentuk Liga Super merupakan mimpi buruk bagi Eibar.

“Liga Super akan membunuh Eibar, tapi kalau saya Real Madrid, persepsi saya jelas jauh berbeda,” tukas Garagaza.

Eibar akan menghadapi Madrid pada lanjutan La Liga akhir pekan ini. Saat ini, klub berjuluk Los Armeros itu menempati peringkat ke-13 dengan 15 poin hasil 12 kali bertanding.

Akankah Frenkie De Jong Masuk ke Tim Barcelona

Akankah Frenkie De Jong Masuk ke Tim Barcelona

ligabolaspanyol.com – Pemain yang disebut calon gelandang Barcelona yang kini tengah harum menyusul prestasi bersama Ajax yang gemilang dalam 2 musim terakhir, akankah Frenkie De Jong masuk ke tim Barcelona.

Raksasa La Liga Barcelona merupakan salah satu klub yang cukup aktif di bursa transfer Januari. Setelah meminjam Kevin-Prince Boateng dari Sassuolo, Blaugrana mencapai kesepakatan dengan Ajax senilai 65 juta pounds untuk merekrut Frenkie De Jong.

Menyusul performa yang luar biasa di Amsterdam Arena, de Jong menarik minat banyak tim besar di seluruh Eropa. Bukan hanya Barcelona saja yang ingin memakai servis gelandang berusia 21 tahun tersebut.

Barcelona harus berjuang sangat keras untuk memikat pemain internasional Belanda tersebut ke Catalan. Namun, mereka pada akhirnya bisa menyingkirkan semua klub pesaingnya.

Baca Juga :

Frenkie de Jong adalah salah satu gelandang muda yang paling mengesankan di sepakbola Eropa saat ini. Tidak mengherankan jika raksasa Bundesliga Bayern Munchen juga tertarik untuk merekrutnya pada musim dingin ini.

Tim Bavaria bergabung dengan sejumlah raksasa Eropa lainnya dalam mengejar bintang muda Ajax tersebut. Tapi, mereka datang sedikit terlambat dan membiarkan Barcelona bergerak maju dalam perburuan sang gelandang.

Meski Direktur Olahraga Hasan Salihamidzic mengungkapkan keinginan klub untuk memboyong pemain muda Belanda itu ke Allianz Arena, mereka akhirnya kehilangan sang pemain yang memutuskan untuk mengikuti jejak legenda Belanda lainnya seperti Johan Cruyff, Patrick Kluivert dan Ronald Koeman dengan bergabung raksasa Catalan Barcelona.

Frenkie de Jong akan datang ke Barcelona pada musim depan. Namun, sang gelandang bisa saja berakhir di Premier League, jika menerima tawaran bekerjan dengan manajer Manchester City, Pep Guardiola.

Manajer Spanyol itu sangat mengagumi talenta muda Ajax itu karena kemampuan teknis dan gaya permainannya yang luar biasa dan ia ingin sekali memboyongnya ke Etihad Stadium pada musim dingin ini. Bahkan De Jong mengakui bahwa ia sempat berbicara dengan mantan pelatih Bayern Munchen tersebut.

Tapi sama seperti klub peminat lainnya, Manchester City juga tidak berhasil mendapatkan servis De Jong. Barcelona bisa mengamankan tanda tangan sang pemain setelah ditebus dengan biaya sebesar 65 juta pounds.

Sebelum mencapai kesepakatan dengan Barcelona, Frenkie de Jong adalah salah satu pemain yang paling diinginkan di bursa transfer musim dingin ini. Klub lain yang juga berupaya keras untuk merekrut pemain berusia 21 tahun itu dari Ajax adalah PSG.

Setelah Adrien Rabiot dikucilkan dan Marco Verratti mengalami cedera engkel serius, PSG kekurangan pilihan di lini tengah. Mereka melihat De Jong sebagai opsi yang bagus untuk memperkuat barisan gelandang mereka.

PSG dikabarkan sangat intensif dalam mengejar De Jong pada musim dingin ini. Namun, De Jong menolak untuk pindah ke ibukota Prancis dan memilih bergabung dengan Barcelona.

Ivan Rakitic Akan Bertahan Di Barcelona

ligabolaspanyol.com – Sang pemain Barcelona Ivan Rakitic akan bertahan di barcelona karena dirinya masih ingin berseragam The Catalans. Canales mengakui masa depan Ivan  Rakitic memang belum jelas tetapi kliennya itu tidak akan berpindah pada musim panas mendatang.

Rakitic bergabung dengan Barcelona pada tahun 2014 setelah ditebus dari Sevilla. Sejak saat itu, Rakitic sudah berhasil memenangkan tiga gelar La Liga dan Liga Champions bersama Barca.

Namun, posisi Rakitic di tim inti Barcelona sedang terancam setelah kedatangan Arturo Vidal dan Arthur Melo. Terlebih, Barcelona juga menyambut kedatangan gelandang muda, Frenkie De Jong, dari Ajax Amsterdam pada awal musim depan.

Baca Juga :

Situasi itu memunculkan kabar bahwa Rakitic akan segera meninggalkan Barcelona. Chelsea dan Inter Milan dikabarkan siap memberikan jalan keluar kepada pemain berusia 31 tahun tersebut.

Namun, agen Rakitic akhirnya angkat suara mengenai situasi kliennya di klub. Menurut Canales, Rakitic tidak akan meninggalkan klub pada bursa transfer musim pans mendatang.

Kontrak Rakitic bersama Barcelona akan berakhir pada 30 Juni 2021 mendatang. Ketimbang hengkang ke klub lain, Ivan Rakitic justru berharap bisa mendapatkan kontrak baru dari Barca.

“Saya ingin memperbarui kontrak dan tinggal selama bertahun-tahun di Barcelona,” ucap Rakitic dalam acara penghargaan El Mundo Deportivo, pekan lalu.