Real Madrid Kebobolan Sampe Selusin

Real Madrid Kebobolan Sampe Selusin

ligabolaspanyol.com Untuk sekian kalinya setelah ditinggal pemain bintang,Real Madrid harus menerima kebobolan gol sampai selusin.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Real Madrid Kebobolan Sampe Selusin. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Real Madrid Kebobolan Sampe Selusin.

Real Madrid hanya kebobolan 12 gol saja dari 18 laga di pentas La Liga musim 2019-20 ini dan catatan itu menyamai rekor mereka pada musim 1987-88 silam.Madrid tampil kurang meyakinkan pada awal musim ini. Alhasil Zinedine Zidane pun mendapatkan kritikan bertubi-tubi.Penampilan Madrid sempat membaik. Bahkan mereka bisa meraih sejumlah kemenangan besar atas lawan-lawannya.Namun belakangan ini Madrid sepertinya bermasalah lagi. Sebab dalam tiga laga terakhirnya di La Liga, mereka cuma bisa meraih tiga poin.

Pertahanan yang Membaik
Namun demikian ada fakta positif yang bisa dipetik dari performa Real Madrid sejauh ini, yakni kokohnya lini pertahanan mereka. Sejauh ini mereka cuma kebobolan 12 kali saja dari 18 laga di La Liga.Madrid belum pernah mencatatkan rekor pertahanan sebagus ini sejak 31 tahun lalu. Data ini dihimpun oleh Marca.Saat ini Real Madrid adalah tim dengan lini pertahanan terbaik kedua di La Liga. Mereka cuma kalah dari Atletico Madrid yang baru kebobolan 11 kali saja dari 18 laga.

Baca Juga : Sergio Ramos Bek Terbaik Sedunia

Performa Courtois dan Areola
Marca menambahkan, raihan prestasi ini tak lepas dari kinerja apik dua kiper Real Madrid. Mereka adalah Thibaut Courtois dan Alphonse Areola.Kedua kiper tersebut menyamai torehan yang dulu dicatatkan tiga pendahulunya pada musim 1987/88 silam. Mereka adalah Francisco Buyo, Agustin Rodriguez dan Jose Manuel Ochotorena.Sejak awal musim, Courtois telah mencatatkan tujuh clean sheet. sementara itu Areola baru mencatatkan satu clean sheet saja.Hanya dua kali Real Madrid kebobolan lebih sedikit setelah menjalani 18 laga di La Liga. Yang pertama pada musim 1961/62 dan 1971/72, di mana mereka kebobolan 11 gol.

Beberapa Alasan Barcelona Masih Lebih Kuat dari Real Madrid Musim Depan

Beberapa Alasan Barcelona Masih Lebih Kuat dari Real Madrid Musim Depan

Ligabolaspanyol.com – La Liga musim 2019/20 bakal dimulai pada 17 Agustus mendatang. Seperti biasa, Barcelona dan Real Madrid kembali jadi favorit juara. Dua raksasa itu jauh lebih unggul dari klub-klub lain.

Beberapa musim terakhir, La Liga jadi milik Barcelona, Madrid lebih sukses di Liga Champions. Musim lalu justru lebih jelas, Barca unggul jauh dari Madrid yang menjalani salah satu musim terburuk mereka dalam sejarah.

Biar begitu, Madrid langsung berbenah. Zinedine Zidane dipulangkan, lima pemain baru didatangkan – termasuk Eden Hazard. Artinya, Madrid berharap bisa bersaing ketat dengan Barcelona musim depan.

Biar begitu, setidaknya ada beberapa alasan mengapa Barcelona tetap lebih baik dari Madrid. Apa saja?

Lionel Messi

Sejak Madrid kehilangan Cristiano Ronaldo, La Liga jadi miliki Lionel Messi. Rasanya alasan pertama ini tidak terlalu mengejutkan, Messi akan selalu jadi pembeda di setiap pertandingan.

Messi tidak harus selalu mencetak gol, tidak perlu membuat assist, kehadirannya saja sudah cukup. Meski sudah berusia 32 tahun, performa Messi masih mumpuni. Dia masih cukup kuat merepotkan pertahanan Madrid.

Messi hanya butuh satu tendangan bebas, satu momen di kotak penalti, satu peluang tipis untuk mengubah jalannya pertandingan. Madrid harus mencari cara meredam ledakan La Pulga.

Baca Juga : Klub Baru Gareth Bale Berpeluang Di China

Masalah Bale

Zinedine Zidane boleh jadi berusaha mengusir Gareth Bale, tetapi faktanya pemain Wales itu tetap bertahan di Madrid. Bale masih terikat kontrak panjang, tidak ada alasan untuk pergi begitu saja.

Masalah Bale ini jelas merusak suasana ruang ganti. Semakin diabaikan, Bale akan semakin membuat masalah. Bagaimanapun, dia terbukti bisa mencetak gol.

Teranyar, Bale terciduk sedang bermain golf di Spanyol ketika rekan-rekannya bermain pada laga pramusim. Zidane tidak terlalu ambil pusing, dia bedalih Bale sengaja ditinggal di Spanyol karena tidak fit.

Griezmann vs Hazard

Madrid dan Barcelona sama-sama mendapatkan tenaga baru. Los Blancos kedatangan Eden Hazard, Barcelona mendapatkan Antoine Griezmann. Dua pemain ini bakal jadi wajah baru duel El Clasico.

Biarpun demikian, Barca diyakini sedikit lebih unggul dengan Griezmann. Penyerang Prancis itu sudah lama merumput di La Liga bersama Atletico Madrid, Griezmann tidak perlu beradaptasi lagi.

Hazard menghadapi kasus berbeda. Meski potensinya luar biasa, bagaimanapun Hazard masih perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan sepak bola Spanyol. El Clasico pertama bakal seru, Hazard dan Griezmann bakal berjuang membuktikan diri.

Takkan Ada Gareth Bale di Real Madrid

Takkan Ada Gareth Bale di Real Madrid

Ligabolaspanyol.com – Basel telah menjadi target utama kemarahan para penggemar setelah Real Madrid mengancam akan mengakhiri musim tanpa judul. Setelah tersingkirnya Los Blancos di Liga Champions setelah kekalahan 1-4 (kumulatif 3-5) melawan Ajax Amsterdam pada pertandingan kembali pertandingan keenambelas tadi malam.

Mantan presiden Real Madrid, Ramon Calderon yakin Gareth Bale akan pergi pada akhir musim. Basel dianggap tidak memiliki komitmen untuk Real Madrid.

Karena Real Madrid juga telah dihentikan di semifinal Copa del Rey, hanya ada keberuntungan yang tersisa di La Liga. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa peluang untuk menang di Real Madrid hampir tidak mungkin karena, hingga hari ini, mereka masih 12 poin di belakang papan atas tempat tinggal Barcelona.

Bale dianggap menjadi salah satu biang kegagalan Real Madrid di musim ini. Selain performanya buruk usai hanya mengemas 13 gol di semua kompetisi, Bale juga kerap cedera serta kurang berkomitmen. Padahal, Bale sangat diharapkan bisa menggantikan peran Cristiano Ronaldo yang hengkang ke Juventus.

Baca juga : Akankah Zidane Kembali Ke Madrid

Presiden Real Madrid Florentino Perez dikabarkan sudah tidak sabar lagi kepada Bale sehingga akan dilego di bursa musim panas. Calderon berpendapat Bale tidak punya masa depan lagi di Real Madrid.

“Memang benar bahwa dia bukan pemimpin yang diharapkan orang di sini setelah kepergian Cristiano Ronaldo. Dia menunjukkan kurang memiliki komitmen,” kata Calderon kepada Sky Sports News.

“Orang-orang tidak senang – mereka melihat bagaimana dia mengabaikan rekan satu timnya saat merayakan gol di pertandingan La Liga dan juga cedera-cedera dia.”

“Itu sangat disayangkan. Sayangnya saya tidak melihat dia akan tetap di sini musim depan,” tegasnya.

Akankah Zidane Kembali Ke Madrid

Akankah Zidane Kembali Ke Madrid

Ligabolaspanyol.com – Masa depan Solari menjadi tidak pasti setelah hasil memalukan Madrid pekan lalu. Los Blancos menelan tiga kekalahan beruntun: dua dari Barcelona dan satu dari Ajax.

Santiago Solari akan menghadapi kemungkinan pemecatan minggu ini. Pada saat yang sama, Real Madrid telah menghubungi Zinedine Zidane.

Dari tiga kekalahan, dua di antaranya memungkinkan Madrid kehilangan trofi, masing-masing di Copa del Rey (Barcelona) dan Liga Champions (Ajax). Sementara kekalahan di LaLiga (Barcelona) belum sepenuhnya menutup peluang bagi juara, namun harus sangat realistis.

Sederet nama langsung muncul dalam rumor pengganti Solari. Zidane ada di antaranya, bersama Jose Mourinho dan Mauricio Pochettino.

Sebuah klaim lantas muncul dari stasiun televisi Spanyol, La Sexta, bahwa Madrid sudah mengontak Zidane. Presiden Madrid Florentino Perez ingin pria Prancis itu kembali ke klub.

Baca juga : Teriakkan Fans Madrid, Mourinho

Dalam klaim yang sama, La Sexta menyebut bahwa Zidane menolak kesempatan untuk langsung bergabung, tapi membuka kesempatan di musim panas. Untuk menggoda Zidane, Perez kabarnya bersedia memberikannya kewenangan penuh untuk transfer pemain.

Zidane baru meninggalkan Madrid pada Mei tahun lalu, hanya beberapa hari setelah mengantarkan tim memenangi Liga Champions ketiga secara beruntun. Dia juga membawa Los Merengues memenangi satu titel liga dan Piala Super Spanyol, lalu masing-masing dua gelar Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub.

Pria 46 tahun ini tahu Madrid luar dalam karena sempat bermain dan mengakhiri karier sebagai pesepakbola di sana. Dia berseragam Madrid dari 2001-2006, memenangi enam gelar termasuk satu trofi Liga Champions.

Menghitung Hari, Santiago Solari – Real Madrid

Menghitung Hari, Santiago Solari Real Madrid

Ligabolaspanyol.com – Musim 2018/19 hampir pasti berakhir untuk El Real. Setelah tersingkir dari Copa del Rey, Madrid juga kehilangan kesempatan untuk mempertahankan gelar Liga Champions setelah diusir oleh Ajax Amsterdam. Berada di liga, Madrid jauh di belakang Barcelona di peringkat teratas.

Perubahan pelatih Real Madrid sepertinya sudah dekat. Santiago Solari masih bertanggung jawab untuk Madrid, tetapi mungkin hanya sampai awal minggu depan.

Menurut laporan Marca dan AS, Solari kini telah kehilangan kepercayaan dari manajemen klub. Presiden Madrid Florentino Perez dan Manajer Umum Madrid Jose Angel Sanchez bertemu untuk membahas masa depan Solari pada Kamis (3/7/2019), waktu setempat.

Kendati demikian, Solari masih akan mempersiapkan tim untuk melakoni laga lanjutan LaLiga di kandang Real Valladolid pada Minggu (10/3) atau Senin (11/3) dinihari WIB. Keputusan masa depan suksesor Julen Lopetegui itu akan ambil setelah pertandingan.

Baca juga : Madrid Menang Dua Kali Penalti Atas Levante 2-1

Menurut spekulasi yang berkembang, ada dua nama yang paling kencang dikaitkan dengan bangku cadangan Los Blancos yaitu Zinedine Zidane dan Jose Mourinho. Saat ini kedua pelatih sama-sama masih menganggur.

Sementara itu, persoalan masa depan Solari bukan satu-satunya masalah internal Madrid. Bek, pemain senior, sekaligus kapten tim Sergio Ramos dikabarkan berselisih dengan Perez usai Madrid disingkirkan Ajax.

Sang presiden klub mengancam akan menyingkirkan Ramos dari Madrid, yang diterima si pemain. “Bayar dulu kontrak saya dan saya akan pergi,” ujar dia di depan bosnya itu.