Barcelona Bidik Pemain Inter Milan Stefano Sensi

Barcelona Bidik Pemain Inter Milan Stefano Sensi

Ligabolaspanyol.com – Performa apik Inter Milan pada awal musim 2019/2020 turut mengerek nama para pemainnya. Salah satu pemain Inter Milan yang performanya menjadi sorotan yakni Stefano Sensi. Pemain berusia 24 tahun mampu tampil bagus di lini tengah Inter Milan. Stefano Sensi mampu mencetak tiga gol dan empat assist dari tujuh laga yang sudah dimainkan bersama Inter di Serie A.

Capaian tersebut berkontribusi besar pada capaian Inter yang kini berada di posisi kedua klasemen Serie A. Sedangkan, di Liga Champions, Inter juga tidak tampil buruk. Inter mampu mengalahkan Borussia Dortmund dengan skor 2-0.

Penampilan apik Stefano Sensi cukup mengejutkan. Sebab, dia baru pindah ke Inter Milan pada awal musim 2019/2020 ini. Stefano Sensi menjadi salah satu pemain yang moncer sejak Antonio Conte datang sebagai pelatih Inter Milan.

Peluang Barcelona Membeli Stefano Sensi
Stefano Sensi absen dalam tiga laga terakhir Inter Milan. Pemain yang musim lalu membela Sassuolo itu tengah mengalami cedera. Stefano Sensi mendapat cedera ketika tampil di laga melawan Juventus beberapa waktu lalu.

Performa apik Stefano Sensi sebelum cedera, dikutip dari Diario Sport, telah membuat Barcelona terpikat untuk membeli Stefano. Los Cules tertarik dengan pemain asal Italia untuk dibeli pada bursa transfer awal musim 2020/2021 yang akan datang.

Baca Juga : Beberapa Pemain yang Akan Dijual Barcelona

Stefano Sensi dinilai bisa menjadi opsi yang menjanjikan di lini tengah Barcelona. Dia bisa mengisi pos kosong andai Ivan Rakitic dan Arturo Vidal jadi pindah dari Camp Nou di bursa transfer. Selain Stefano Sensi, Barcelona juga disebut ingin membeli Lautaro Martinez.

Stefano Sensi sendiri menunjukkan aksi impresifnya di hadapan para pendukung Barcelona. Stefano Sensi tampil cukup bagus ketika Inter Milan kalah dengan skor 1-2 dari Barcelona di Camp Nou, pada laga Liga Champions beberapa waktu yang lalu.

Status Stefano Sensi Masih Pinjaman
Stefano Sensi saat ini masih belum sepenuhnya menjadi milik Inter Milan. Dia didatangkan dengan status pinjaman dari Sassuolo hingga akhir musim 2019/2020. Namun, Inter Milan juga punya klausul untuk membeli Stefano Sensi secara permanen.

Stefano Sensi bisa dibeli Inter Milan dengan harga 22 juta euro. Harga ini diyakini masih berada dalam jangkauan keuangan Inter Milan pada musim depan.

Di sisi lain, Inter Milan juga disebut tertarik untuk membeli dua pemain Barcelona, Ivan Rakitic dan Arturo Vidal. Khusus untuk Vidal, dia sebelumnya pernah bekerja di bawah Antonio Conte saat masih di Juventus.

Nasib Philippe Coutinho Di Barcelona

Nasib Philippe Coutinho Di Barcelona

Ligabolaspanyol.com – Philippe Coutinho pernah menjadi primadona, menjadi bidikan banyak klub. Namun, kondisinya kini justru miris. Tak diinginkan oleh Barcelona, juga tidak laku dijual ke klub lain.

Coutinho membuat banyak decak kagum para penggemar sepak bola ketika dia bermain bagus untuk Liverpool. Barcelona tertarik untuk membelinya. Coutinho pun pindah pada Januari 2018.

Kepindahan ke Barcelona, yang awalnya dia sebut mimpi masa kecil, tidak semanis yang mungkin dia bayangkan. Coutinho sulit beradaptasi dengan menemukan performa terbaiknya.

Setelah melewati satu setengah musim bersama klub asal Catalan, Coutinho tidak mampu memberi impresi yang bagus. Performanya biasa saja. Dia mulai kehilangan kepercayaan, bahkan dari rekan satu timnya.

Coutinho Bertahan di Barcelona

Mengutip media asal Spanyol, El Mundo Deportivo, situasi yang dijalani oleh Coutinho pada bursa transfer musim panas 2019 ini sangat dilematis. Dia berusaha mencari klub, namun tidak dapat. Dia akan tetap bertahan di Barcelona.

Coutinho memang dipersilahkan untuk pindah dari Barcelona. Lionel Messi, sosok penting di Barcelona, sudah mencabut dukungan pada Coutinho. Padahal, awalnya Messi percaya dengan potensi besar Coutinho. Tetapi sekarang tidak.

Baca Juga : Neymar Hobi Bikin Masalah Barcelona Justru Terbantu

Kedatangan Antoine Griezmann pun memperburuk suasana bagi Coutinho. Dia makin berada dalam tekanan dan prediksi sulit mendapatkan kesempatan bermain. Coutinho pun mencoba opsi pindah ke klub lain.

Barcelona dan agen Coutinho mulai bergerak. Beberapa klub sudah dijajaki. Liverpool salah satunya. Namun, pendekatan agen Coutinho langsung ditolak oleh manajer Jurgen Klopp. Dia tidak butuh sang mantan pemain.

Harga Mahal Coutinho

Barcelona sempat menimbang opsi untuk menjadikan Coutinho sebagai alat tukar transfer Neymar dari PSG. Namun, negosiasi berjalan cukup alot. Sulit untuk mencapai kasa sepakat karena melibatkan dana besar.

Sementara, upaya menawarkan Coutinho ke klub lain juga sangat sulit. Pemain berusia 26 tahun tersebut punya banderol yang sangat mahal. Sulit bagi Barcelona maupun pihak agen untuk menjual Coutinho.

Seperti diketahui, Coutinho dibeli Barcelona dari Liverpool pada Januari 2018 dengan harga 160 juta euro. Tentu saja, harga sang pemain tidak akan turun terlalu jauh dari nilai itu. Jadi, sulit untuk menjualnya.

Beberapa Alasan Barcelona Masih Lebih Kuat dari Real Madrid Musim Depan

Beberapa Alasan Barcelona Masih Lebih Kuat dari Real Madrid Musim Depan

Ligabolaspanyol.com – La Liga musim 2019/20 bakal dimulai pada 17 Agustus mendatang. Seperti biasa, Barcelona dan Real Madrid kembali jadi favorit juara. Dua raksasa itu jauh lebih unggul dari klub-klub lain.

Beberapa musim terakhir, La Liga jadi milik Barcelona, Madrid lebih sukses di Liga Champions. Musim lalu justru lebih jelas, Barca unggul jauh dari Madrid yang menjalani salah satu musim terburuk mereka dalam sejarah.

Biar begitu, Madrid langsung berbenah. Zinedine Zidane dipulangkan, lima pemain baru didatangkan – termasuk Eden Hazard. Artinya, Madrid berharap bisa bersaing ketat dengan Barcelona musim depan.

Biar begitu, setidaknya ada beberapa alasan mengapa Barcelona tetap lebih baik dari Madrid. Apa saja?

Lionel Messi

Sejak Madrid kehilangan Cristiano Ronaldo, La Liga jadi miliki Lionel Messi. Rasanya alasan pertama ini tidak terlalu mengejutkan, Messi akan selalu jadi pembeda di setiap pertandingan.

Messi tidak harus selalu mencetak gol, tidak perlu membuat assist, kehadirannya saja sudah cukup. Meski sudah berusia 32 tahun, performa Messi masih mumpuni. Dia masih cukup kuat merepotkan pertahanan Madrid.

Messi hanya butuh satu tendangan bebas, satu momen di kotak penalti, satu peluang tipis untuk mengubah jalannya pertandingan. Madrid harus mencari cara meredam ledakan La Pulga.

Baca Juga : Klub Baru Gareth Bale Berpeluang Di China

Masalah Bale

Zinedine Zidane boleh jadi berusaha mengusir Gareth Bale, tetapi faktanya pemain Wales itu tetap bertahan di Madrid. Bale masih terikat kontrak panjang, tidak ada alasan untuk pergi begitu saja.

Masalah Bale ini jelas merusak suasana ruang ganti. Semakin diabaikan, Bale akan semakin membuat masalah. Bagaimanapun, dia terbukti bisa mencetak gol.

Teranyar, Bale terciduk sedang bermain golf di Spanyol ketika rekan-rekannya bermain pada laga pramusim. Zidane tidak terlalu ambil pusing, dia bedalih Bale sengaja ditinggal di Spanyol karena tidak fit.

Griezmann vs Hazard

Madrid dan Barcelona sama-sama mendapatkan tenaga baru. Los Blancos kedatangan Eden Hazard, Barcelona mendapatkan Antoine Griezmann. Dua pemain ini bakal jadi wajah baru duel El Clasico.

Biarpun demikian, Barca diyakini sedikit lebih unggul dengan Griezmann. Penyerang Prancis itu sudah lama merumput di La Liga bersama Atletico Madrid, Griezmann tidak perlu beradaptasi lagi.

Hazard menghadapi kasus berbeda. Meski potensinya luar biasa, bagaimanapun Hazard masih perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan sepak bola Spanyol. El Clasico pertama bakal seru, Hazard dan Griezmann bakal berjuang membuktikan diri.

Barcelona Lakukan Perubahan pada Arthur Musim Depan

Barcelona Lakukan Perubahan pada Arthur Musim Depan

Ligabolaspanyol.com – Barcelona akan lakukan perubahan kecil pada Arthur Melo di luar lapangan untuk lanjutkan kemajuannya.

Barca ingin menjaga Arthur, setelah musim pertamanya di klub melebihi harapan. Tapi dalam beberapa bulan terakhir, pemain asal Brasil itu harus berjuang untuk mempertahankan kesuksesan di awal musim. Kini, klub ingin membantunya menghindari kesalahan sama di musim depan.

“Saya lakukan kesalahan dengan pergi ke pesta Neymar, saya minta maaf untuk itu,” ujar Arthur ketika itu.

Pasalnya, dia mengalami cedera setelah kunjungannya ke Paris untuk merayakan ulang tahun teman senegaranya tersebut. Barcelona sendiri telah memberi tahu sang pemain bahwa mereka tidak ingin Arthur mengulangi kesalahan sama.

Jika dia berhasil, maka dia perlu mengubah kebiasaan tertentu yang telah dia kembangkan di luar lapangan untuk menghindari cedera. Demikian diungkapkan Sport.

Arthur sendiri sadar dengan situasi yang dialaminya dan menderita karena merasa tidak nyaman di lapangan. Kondisi itu juga telah menghambatnya untuk tunjukkan permainan terbaiknya.

Masalah terulang lagi saat Arthur harus digantikan sekitar di menit ke-70. Dia juga merasa sulit untuk menyesuaikan diri dengan sepakbola Eropa, dan harus berkali-kali berjuang agar bisa tampil penuh selama 90 menit.

Baca Juga : Filipe Luis Pilih Flamengo Daripada Barcelona

Sementara ketika bermain dengan tim nasionalnya, Arthur kembali melihat prospek yang sebenarnya. Ia berbaris bersama Casemiro dan Philippe Coutinho sebagai starting XI, serta ia selalu hadir di lapangan saat Brasil menjadi juara Copa America 2019 yang baru lalu.

Saat ini, Arthur masih berlibur, tapi ia ingin melangkah maju dalam karirnya musim depan. Rencananya, ia ingin membawa dirinya masuk susunan awal tim Ernesto Valverde, di mana pelatih 55 tahun itu juga tetap menjadi pendukung besar gelandang 22 tahun itu.

Perbandingan antara Arthur dan Xavi pun sempat mengemuka musim lalu, di mana Arthur mendapat pujian setinggi langit. Kini, ada Frenkie de Jong yang akan menambahkan kompetisi ekstra ke pusat lini tengah Barcelona dan pemain asal Belanda itu juga memiliki beberapa sifat yang mirip dengan pemain Brasil tersebut.

Valverde nantinya bisa saja memasang trio lini tengah yang menggiurkan, yang terdiri dari Sergio Busquets, Arthur dan De Jong. Arthur bermain agak lebih dalam untuk tim nasionalnya, di mana ia mundur untuk mengumpulkan bola dari bek tengah. Bersama Barcelona, ia cenderung bermain lebih jauh ke depan.

Sedangkan De Jong, memiliki peran sama di Ajax dan Timnas Belanda. Tapi, dengan Busquets yang paling dalam di antara ketiga gelandang tersebut, Frenkie de Jong pun akan digunakan sedikit lebih jauh ke depan.