Hernandez Merasa Kagum Dengan Kinerja Balde

Hernandez Merasa Kagum Dengan Kinerja Balde

Hernandez Merasa Kagum Dengan Kinerja Balde Barcelona sukses dalam mengalahkan Real Betis dengan skor akhir 2-1. Pelatih Xavi Hernandez kagum dengan kinerja salah satu pemain mudanya yakni Alejandro Balde.

Pemain yang baru saja berusia 19 tahun tersebut melihat waktu permainan yang terbatas musim kemarin namun sudah meledakkan pada kampanye musim tersebut. Memenangkan tempat di skuad Piala Dunia Spanyol, dia sekarang terlihatnya menjadi starter yang tak terbantahkan untuk Barcelona.

Melawan Real Betis dia merupakan ancaman konstan di sisi kiri, sewaktu berhadapan dengan baik dengan Luiz Henrique. Balde bertanggung jawab atas gol pembuka permainan dengan bola melintasi kotak untuk Raphinha, juga menciptakan akan kesempatan bagus lainnya untuk Pedri.

Baca Juga: Hernandez Puas Selepas Barcelona Kalahkan Real Betis

“Dia tampil di level yang dapat cukup tinggi,” ucap manajernya Xavi Hernandez selepas pertandingan.

“Potensinya luar biasa, dalam bertahan dan menyerang. Dia memberi kami keunggulan ketika dia melaju ke depan dan kami mendorongnya untuk terus seperti ini. Dia merupakan sosok bek sayap dan pemain sayap di banyak poin,” ucapnya terhadap Sport.

Sesuai laporan dari Opta, Balde berada di urutan kedua (4) dalam daftar pemberi asis remaja di belakang hanya Jamal Musiala (6) musim ini, yang menunjukkan kelas yang dia jalankan. Xavi sering mengunggulkan formasi 4-3-3 dengan Gavi atau Pedri di posisi depan akhir-akhir ini, memberi Barcelona kekuatan ekstra di posisi tengah.

Salah satu alasan yang dapat dia lakukan ialah sebab dari pergerakan Balde di sisi kiri, yang berarti Blaugrana tak kehilangan lebar.

Pedri Menuntut Barcelona untuk Main Lebih Kejam

Pedri Menuntut Barcelona untuk Main Lebih Kejam

Pedri Menuntut Barcelona untuk Main Lebih Kejam Barcelona sendiri telah berhasil dalam  mengalahkan Getafe dengan skor 1-0. Pedri pun mengatakan timnya harus bermain jauh lebih kejam lagi di pertandingan berikutnya.

Dengan raihan tiga poin di Stadion Camp Nou berarti Barcelona sekarang tak terkalahkan dalam aksi liga selama lebih dari tiga bulan dan mereka sendiri pun akan tetap berada di puncak klasemen akhir minggu ini.

Tapi, tim asal Catalan tersebut harus berupaya untuk menciptakan cukup banyak kesempatan sejak awal, sebelum intervensi kunci Pedri sebelum jeda, dengan Getafe menggagalkan penyamaan di kedua sisi interval.

Baca Juga: Atletico Ikutan Mengejar Defender Milan Musim Panas Nanti

Xavi pun mengatakan hasil adalah hal yang paling penting di waktu penuh, namun sang mantan pemain internasional Spanyol mengatakan timnya tersebut bekerja keras pada malam tersebut, ketika mereka bertahan.

Komentar pasca pertandingannya digaungkan oleh pemenang pertandingan Pedri, dengan sang gelandang menyatakan bahwa tim perlu mencetak lebih banyak gol, untuk memperoleh poin yang diperlukan guna dalam meningkatkan tantangan gelar liga yang berkelanjutan.

“Getafe ialah tim yang rumit untuk dilawan. Kami sendiri pun harus belajar bagaimana menutup permainan, ini tengah dalam sebuah proses,” katanya selepas pertandingan sesuai dengan laporan dari Mundo Deportivo.

“Tiga poin tersebut amat penting. La Liga sendiri masih menjadi tujuan utama kami, dan kami ingin terus menambah keunggulan kami.”

Jadwal sibuk Barcelona berlanjut di pertengahan minggu, ketika mereka menjamu Real Sociedad di perempat final Piala Raja Spanyol, dengan pertandingan derby di Girona akhir minggu depan, ketika mereka kembali beraksi di La Liga Spanyol.

Xavi Kagum Dengan Penampilan Gavi Selepas Juarai Piala Super Spanyol

Xavi Kagum Dengan Penampilan Gavi Selepas Juarai Piala Super Spanyol

Xavi Kagum Dengan Penampilan Gavi Selepas Juarai Piala Super Spanyol Barcelona sukses keluar sebagai juara Piala Super Spanyol usai mengalahkan Real Madrid dengan skor akhir 3-1. Pelatih Xavi Hernandez pun kagum dengan penampilan Gavi.

Pemain yang baru saja berusia 18 tahun tersebut tak dapat diragukan kembali menjadi man of the match, walau bermain di posisi asing di sayap kiri. Melawan bek kanan pemenang Liga Champions lima kali Dani Carvajal, dia akhirnya terbukti tak dapat ditahan.

“Saya tak dapat berkata-kata.” ucap pelatih Barcelona itu terhadap Marca selepas pertandingan.

“Dia merupakan hasrat murni, jiwa murni. Itu meninggalkan rasa tak enak di mulut saya sewaktu dia tidak bermain. Dia menular untuk tim dan dia baru saja berusia 18 tahun.”

Baca Juga: Ancelotti Patikan Benzema Akan Tampil Ketika Melawan Barcelona

“Hati yang dia masukkan ke dalamnya luar biasa. Gavi merupakan anak yang menggairahkan kita semua. Dia menempatkan jiwa serta karakter dan menginfeksi seluruh tim dengan itu. Dia merupakan pemimpin bawaan dan itu datang dari dalam. Kemarahan yang keluar dari dirinya sangat spektakuler. Saya tak pernah bosan untuk memujinya. Bocah tersebut tak punya langit-langit,” sambungnya.

Gavi terlibat dalam ketiga gol tersebut baik dengan operan yang menentukan atau sentuhan yang menentukan. Walaupun tak mungkin dia memerlukan momen dewasa, ini terasa seperti langkah lebih jauh dalam kebangkitannya yang luar biasa ke puncak.

Sementara di masa lalu mungkin lebih mudah untuk Xavi untuk mencoret Gavi daripada Frenkie de Jong, Sergio Busquets atau Pedri, penampilan seperti ini akan dengan cepat menghilangkan gagasan untuk meninggalkannya di bangku cadangan. Mulai sekarang, dia mungkin dapat diharapkan menjadi perlengkapan di starting XI untuk Barcelona.

Perihal Rumor Bellingham Ke Real Madrid Ancelotti Buka Suara

Perihal Rumor Bellingham Ke Real Madrid Ancelotti Buka Suara

Perihal Rumor Bellingham Ke Real Madrid Ancelotti Buka Suara Manajemen Real Madrid diwartakan tertarik untuk mendatangkan Jude Bellingham. Carlo Ancelotti akhirnya juga buka suara perihal hal tersebut.

Los Blancos tidak siap untuk mendatangkan Bellingham dengan segala cara, dan dengan tim seperti Manchester City, Paris Saint-Germain dan Liverpool mengikuti keadaan tersebut, Florentino Perez tahu bahwa ini merupakan pertarungan yang tak dapat dia menangkan.

Menurut Marca sendiri Real Madrid cuma menaikkan tawaran mereka hingga maksimum 110 juta euro. Bila Borussia Dortmund menuntut lebih, Bellingham akan bermain di tempat lain. Mungkin ada ruang untuk penawaran terhadap variabel, namun itu ialah jaminan maksimal yang akan mereka berikan.

Terserah Real Madrid untuk meyakinkan Bellingham sendiri bahwa Santiago Bernabeu ialah langkah yang tepat untuknya. Liverpool digadang-gadang menjadi pesaing utama Los Blancos, yang memiliki daya tarik untuk mengizinkan Bellingham kembali ke negara asalnya.

Baca Juga: Penampilan Hazard Dikomentari Oleh Pemain Cacereno

Tugas mereka ialah memastikan Bellingham memberi tahu Dortmund bahwa itu Real Madrid atau bukan apa-apa. Ancelotti ditanya apakah dia meminta raja untuk mendatangkan Jude Bellingham di musim panas. Dia menolak pertanyaan tersebut sedikit dengan menunjukkan bahwa ada banyak gelandang baru dan Bellingham bukan satu-satunya pilihan di pasar.

“Bellingham menunjukkan di Piala Dunia bahwa dia merupakan gelandang yang hebat, namun ada banyak gelandang muda yang datang. Enzo Fernández melakukannya dengan baik di Piala Dunia, Pedri dan Gavi juga melakukannya dengan baik,” katanya.

“Bellingham ialah salah satu dari banyak gelandang muda yang tengah naik daun. Banyak media yang keluar dan Bellingham adalah satu-satunya, tapi saya tetap menggunakan gelandang muda saya. Kami memiliki banyak gelandang muda yang sangat bagus.

“Ada banyak pemain muda seperti Aurelien Tchouaméni, Eduardo Camavinga, dan Fede Valverde,” tambahnya.

Timnas Spanyol Dipercayai Akan Jauh Lebih Baik Di Piala Dunia Selanjutnya

Timnas Spanyol Dipercayai Akan Jauh Lebih Baik Di Piala Dunia Selanjutnya Legenda timnas Spanyol yakni Michel Salgado, mempercayai bahwa La Furia Roja sendiri akan menjadi lebih baik di Piala Dunia berikutnya sebab sebagian besar pemain tiangnya masih muda.

Spanyol sendiri telah tersingkir di sesi 16 besar usai kalah adu penalti dari Maroko. Mereka bermain seri tanpa gol selama 120 menit dalam pertandingan yang dimainkan di Stadion Education City, Selasa (6/12) malam lalu WIB.

Ini tentu menjadi arsa kekecewaan mendalam sebab sejak awal turnamen skuat asuhan Luis Enrique telah dikatakan sebagai salah satu kandidat juara usai menghajar Kosta Rika dengan skor akhir 7-0.

Namun demikian, Michel Salgado berupaya untuk menghibur para juniornya. Mantan defender Real Madrid tersebut menggaris bawahi bahwa timnas Spanyol masih punya waktu yang panjang mengingat akan para pemain tiang mereka seperti Gavi, Pedri, dan Ansu Fati, masih berusia sangat muda.

Baca Juga: Fuente Sah Menjadi Pelatih Baru Timnas Spanyol

“Bila kami ingin menang lagi, kami harus berbenah, dan kami harus mulai bekerja dengan yang baru,” ucapnya terhadap Stats Perform. “Saya pikir ini merupakan tim yang dapat meraih jauh lebih baik di Piala Dunia berikutnya.

“Ini adalah tim dengan talenta luar biasa, tidak ada keraguan mengenai hal tersebut. Saya percaya bahwa yang tak bisa kami lakukan pada saat ini dengan menjadi pasrah. Sebaliknya, saya pikir kami harus menjadi positif.

“Kami tidak akan mengubah identitas kami. Spanyol merupakan sebuah negara yang dikenal dengan permainan penguasaan bolanya dan mengendalikan permainan. Yang akan kami lakukan ialah hanya beradaptasi terhadap sepak bola modern.

“Saya pikir ini merupakan saatnya untuk menganalisa bagaimana caranya menjadi jauh lebih efektif dengan hal yang kami punya serta untuk mengurus grup yang dapat saja kembali menjuarai Piala Dunia.”

Pedri Berharap Dapat Hadapi Messi Di Final Piala Dunia 2022

Pedri Berharap Dapat Hadapi Messi Di Final Piala Dunia 2022 Pedri sendiri mengatakan bahwa dirinya akan sangat bahagia bila timnas Spanyol bertemu dengan Argentina yang diperkuat oleh Lionel Messi di final Piala Dunia 2022.

La Albiceleste berhasil melenggang ke babak perempat final Piala Dunia 2022 usai mengalahkan Australia dengan skor 2-1. Lionel Messi mencetak sebuah gol dalam pertandingan yang merupakan penampilan keseribu dalam kariernya.

Di sisi lain, timnas Spanyol baru akan memainkan pertandingannya di sesi 16 besar pada hari  Selasa (6/12) malam hari ini WIB dengan menghadapi Maroko.

Berbicara terhadap Sport perihal lawan yang ingin dihadapi olehnya di final, sang gelandang Barcelona mengakui ingin bertemu dengan timnas Argentina sebab Messi.

“Timnya Leo Messi, jadi kami dapat bertemu dalam sebuah final hipotetis. Mereka punya banyak pemain bagus. Itu menunjukkan seberapa bagus suasana yang mereka miliki,” ucap Pedri.

Baca Juga: Kroos Masih Tidak Yakin Jerman Dipulangkan Jepang Di Piala Dunia 2022

“Mereka punya sosok pemain terbaik di dunia dan saya pikir pemain terbaik yang pernah saya lihat dalam hidup ialah Leo. Itu merupakan sebuah nilai plus untuk mereka. Anda dapat melihat pada gol yang dicetaknya kontra Australia dan bagaimana dia membuat perbedaan.”

Sementara itu, sang gelandang yang berusia 20 tahun berpotensi akan menghadapi rekan setimnya di Barcelona, Ez Abde, yang dipanggil untuk memperkuat Maroko di Piala Dunia 2022.

“Mereka merupakan lawan yang cukup rumit, terutama secara fisik serta tiba berkat raihan yang positif dan kalian harus menghormati mereka,” katanya.

“Saya belum ada kesempatan untuk berbicara dengan Abde, saya percaya saya akan berbicara kepadanya sebab kami cukup akrab, walaupun memang benar bahwa saya tidak sering berbicara di telepon.

“Dia sering tertawa bersama kami. Maroko ialah sebuah tim yang tak  terlalu dikenal, tapi banyak pemain yang memiliki peluang yang cukup besar.”

Pedri Berusaha Rayu Marco Asensio Untuk Gabung Barcelona

Pedri Berusaha Rayu Marco Asensio Untuk Gabung Barcelona Pedri berupaya untuk merayu hati Marco Asensio. Bintang muda Barcelona tersebut mengatakan semua pemain bagus harus bermain untuk tim asal Catalan tersebut.

Kontrak Asensio sendiri akan usai pada akhir musim dan walaupaun ia sudah menekankan keinginannya untuk meneken perpanjangan. Dia secara terbuka tergoda untuk pindah ke Barcelona, komentar yang kemudian dia katakan  salah tafsir.

Dengan kontrak baru yang belum ada di mejanya, Asensio sendiri terus dikaitkan dengan pemindahan gratis ke Barcelona. Sementara Pedri tak ingin mengajukan permohonan langsung terhadap Asensio, dia tak dapat menahan diri untuk mengirimkan pesan yang jelas terhadap rekan setimnya di Spanyol.

Baca Juga: Luis Enrique Bahagia Melihat Spanyol Bantai Habis Si Kosta

“Dia memiliki banyak kualitas, mari kita lihat apa yang terjadi dengan kontraknya tersebut, namun semua pemain bagus harus berada di Barça,” ucapnya terhadap COPE sewaktu ditanya perihal Asensio.

“Mari kita lihat apa yang terjadi dengan kontraknya, namun dia memiliki cukup banyak kualitas. Itu merupakan keputusan yang harus dia buat.”

Top Skor Timnas Spanyol di Piala Dunia

Top Skor Timnas Spanyol di Piala Dunia Timnas Spanyol diunggulkan menjadi juara Piala Dunia 2022 di Qatar. Spanyol sempat menjadi juara terhadap  Piala Dunia di tahun 2010 dan mungkin catatan tersebut akan diulang pada waktu 2022 tersebut.

Spanyol sendiri memiliki materi pemain yang dapat dikatakan cukup menjanjikan di Piala Dunia tahun 2022 mendatang nanti. Garis tengah tentu saja menjadi kekuatan utama sebab di sana ada koke,Gavi, Pedri, Rodri, hingga Marcos Llorente

Tapi, garis serang Spanyol juga tak kalah bagus. Alvaro Morata sendiri masih akan jadi sokongan. Selain itu, ada pemain muda Nico Williams serta Ferran Torres yang dapat  jadi pilihan untuk mencuri gawang lawan.

Spanyol sendiri pernah memiliki penyerang top di masa lalu seperti Raul Gonzalez, David Villa, sampai Fernando Torres. Tapi, di ajang Piala Dunia, Spanyol tak cuma bergantung terhadap penyerang untuk dapat mencetak gol.

Baca Juga: Mengingat Kisah Spanyol yang Kandas Total di Piala Dunia Tahun 1998

David Villa

Posisi akan puncak daftar top skor sepanjang masa Spanyol di Piala Dunia dipegang oleh David Villa. Sang mantan striker Barcelona tersebut berhasil mencetak total sembilan gol selama tiga edisi Piala Dunia.

Piala Dunia tahun 2010 menjadi ajang tersukses David Villa bersama dengan timnas Spanyol. Mencetak lima gol, David Villa berhasil bawa Spanyol menjadi juara Piala Dunia tahun 2010. Lima gol tersebut juga mengantarnya menjadi top skor Piala Dunia 2010.

Tak cuma di Piala Dunia, David Villa merupakan striker paling subur yang dipunya timnas Spanyol. Mencetak total 59 gol, Villa tercatat sebagai top skor sepanjang masa timnas Spanyol hingga sampai saat ini.

Emilio Butragueno

Juru gedor lama timnas Spanyol yakni si Emilio Butragueno masuk dalam jajaran top skor Spanyol di Piala Dunia. Torehan lima gol sang mantan striker Real Madrid ini cuma sanggup diimbangi oleh Raul Gonzalez serta Fernando Hierro.

Butragueno yang kini menjabat sebagai direktur Real Madrid mengikuti Piala Dunia di dua edisi berbeda. Tapi Butragueno cuma mencetak gol pada Piala Dunia 1986 yang diselenggarakan di Meksiko.

Catatan lima golnya cuma sanggup membawa timnas Spanyol melaju sampai babak Perempat Final Piala Dunia tahun 1986. Lima gol tersebut juga tak sanggup melewati torehan striker Inggris, Gary Lineker yang keluar sebagai top skor Piala Dunia tahun 1986.

Baca Juga: Mengingat Kisah Spanyol yang Kandas Total di Piala Dunia Tahun 1998

Fernando Hierro

Jajaran top skor tidak selalu identik dengan pemain yang berposisi sebagai striker. Hal tersebut setidaknya dibuktikan oleh bek tengah legendaris timnas Spanyol yakni si Fernando Hierro.

Sang mantan bek tengah Real Madrid tersebut berhasil untuk menyarangkan lima gol selama partisipasinya di Piala Dunia bersama Spanyol. Hierro konsisten mencetak gol di tiga Piala Dunia yang berbeda sejak debutnya di Amerika Serikat tahun 1994.

Kualitas Hierro dalam mencetak gol terbukti bukan cuma di ajang Piala Dunia saja. Hierro bahkan masuk dalam lima besar top skor sepanjang masa Spanyol dengan total 29 gol dari 89 pertandingan.

Raul Gonzalez

Striker legendaris Real Madrid yakni Raul Gonzalez masuk dalam jajaran top skor sepanjang masa Spanyol di Piala Dunia. Raul sukses mencetak total lima gol untuk timnas Spanyol selama ikut serta di Piala Dunia.

Raul sendiri diketahui mengikuti tiga edisi Piala Dunia yang berbeda yakni pada tahun 1998, 2002, serta 2006. Raul selalu berhasil mencetak minimal satu gol di setiap edisi Piala Dunia yang diikutinya.

Piala Dunia tahun 2002 menjadi tempat tersuksesnya bersama timnas Spanyol. Walaupun cuma membawa Spanyol sampai babak Perempat Final, Raul berhasil mencetak tiga gol pada Piala Dunia yang dilaksanakan di Korea Selatan-Jepang tersebut.